Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korban Tewas Akibat Serangan Bom Gunakan Ambulans di Kabul Bertambah Jadi 103 Orang

Jumlah korban jiwa terus bertambah akibat serangan bom bunuh diri menggunakan mobil di kota Kabul, Afghanistan, Sabtu (27/1/2018) malam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Korban Tewas Akibat Serangan Bom Gunakan Ambulans di Kabul Bertambah Jadi 103 Orang
CRI
Korban tewas akibat serangan bom bunuh diri di pusat kota Kabul, afghanistan, Sabtu (27/1/2018) bertambah menjadi 95 orang. (CRI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Jumlah korban jiwa terus bertambah akibat serangan bom bunuh diri menggunakan mobil di kota Kabul, Afghanistan, Sabtu (27/1/2018) malam.

Pemerintah Afghanistan mengumumkan sudah sebanyak 103 orang tewas dari sebelumnya dirilis 95 orang.

Baca: Jumlah Korban Tewas Akibat Serangan Bom Bunuh Diri di Kabul Bertambah Jadi 95 Orang

Penyerang meningkatkan laju ambulans yang sudah terisi dengan bahan peledak dan mampu melalui pos pemeriksaan keamanan dengan berkilah sedang membawa pasien ke rumah sakit.

Ledakan bom tersebut merusak atau menghancurkan puluhan toko-toko dan kendaraan.

Menteri Dalam Negeri Wais Ahmad Barmak menyebutkan pula 235 orang lain terluka dalam serangan itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Anaknya Nekat Nikah Tanpa Restu, Ibu ini Datangi Prosesi Ijab Kabul Sampai Ucapkan Sumpah Serapah!

Aparat kepolisian ada di antara mereka yang tewas dan terluka.

Ahmad Fahim, penjaga toko yang selamat dari serangan berdarah tersebut, mengatakan ada beberapa pedagang terluka atau tewas.

Dia telah melihat banyak korban yang kehilangan lengan atau kaki dalam ledakan tersebut.

Baca: Kisah Agen Wanita Korea Utara, Dilatih Selama 7 Tahun Hingga Jalankan Misi Ledakkan Pesawat Korsel

Taliban mengaku sebagai dalang serangan tersebut sebagai pukulan keras kepada pemerintah Afghanistan yang didukung Amerika Serikat.

Pasukan keamanan Afghanistan telah berjuang untuk memerangi Taliban karena AS dan NATO resmi menutup misi tempur mereka pada akhir tahun 2014.

Pemerintah menyatakan hari berkabung, dengan toko-toko ditutup dan bendera setengah tiang.(AP)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas