Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

FSB, Agen Mata-mata Rusia yang Banyak Beroperasi di Negara Lain, di Bawah Kendali Presiden Putin

Pada 2015, FSB menukar agen mata-mata dengan Estonia seperti layaknya era Perang Dingin.

FSB, Agen Mata-mata Rusia yang Banyak Beroperasi di Negara Lain, di Bawah Kendali Presiden Putin
AFP
Presiden Vladimir Putin bersalaman dengan anggota FSB di Chechnya pada 2011. 

TRIBUNNEWS.COM, RUSIA - FSB. Ketiga aksara itu tidak hanya familiar bagi para pecinta kisah mata-mata, tapi juga menyimbolkan kekuasaan Presiden Vladimir Putin di Rusia.

FSB merupakan dinas intelijen Rusia yang terkenal akan aksi mata-mata dan berbagai operasi antiterorisme di seluruh dunia.

Namun, karena FSB merupakan keturunan dari badan intelijen Uni Soviet (KGB), dinas itu dituduh punya hubungan dekat dengan presiden dan memiliki ambisi terselubung.

Apa yang dilakukan FSB?

Menangkal terorisme sekaligus mata-mata musuh.

FSB atau Dinas Keamanan Federal didirikan pada 1995 dengan misi menangkis ancaman terhadap Rusia. Sebelum menjadi presiden Rusia, Vladimir Putin memimpin dinas tersebut.

Baca: Eks Mata-mata Korut Ungkap Niat Buruk Kim Jong Un di Olimpiade Korsel

Secara rutin FSB bekerja sama dengan kepolisian asing dalam memerangi jihadis dan kelompok kejahatan terorganisir.

Gedung Lubyanka di pusat Kota Moskow merupakan markas FSB.
Gedung Lubyanka di pusat Kota Moskow merupakan markas FSB. (AFP)

Pada era 1990-an dan awal 200-an, FSB mengerahkan sumber daya mereka guna memerangi pemberontak separatis asal Chechnya.

Lalu, ketika hubungan Rusia dan beberapa negara tetangga eks-Soviet mengalami ketegangan, FSB pun turun tangan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas