Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Nasib 'rumah bordil boneka seks' akan diputuskan oleh Dewan Kota Paris

Keberadaan Xdolls, yang terdaftar sebagai pusat permainan di Paris, diprotes oleh sejumlah pihak yang menganggapnya sebagai rumah bordil dengan

Tribun X Baca tanpa iklan
2004
Getty Images
Xdolls memiliki tiga kamar dan di masing-masing kamar ada boneka seks yang terbuat dari silikon. (Foto merupakan ilustrasi umum).

Dewan Kota Paris akan memutuskan masa depan sebuah bisnis yang menetapkan tarif 89 Euro atau sekitar Rp1,5 juta bagi pengunjung untuk menghabiskan waktu bersama satu boneka seks yang terbuat dari silikon selama satu jam.

Laporan media setempat menyebutkan anggota dewan kota dari kelompok politik beraliran komunis dan kelompok-kelompok feminis menyerukan agar Xdolls ditutup.

Saat ini Xdolls terdaftar sebagai pusat permainan namun para pengkritiknya berpendapat usaha itu sebenarnya sebuah rumah bordil.

Memiliki maupun menjalankan rumah bodil merupakan pelanggaran hukum di Prancis.

Xdolls, yang berlokasi di sebuah apartemen di Paris, baru mulai beroperasi bulan lalu.

Para pelanggan umumnya kamu pria, namun ada juga pasangan yang datang ke Xdolss, menurut pemiliknya, Joachim Lousquy, kepada surat kabar Le Parisien. Sebelum membuka 'pusat permainan' itu, Lousquy memiliki toko rokok elektronik.

'Tempat prostitusi'

Xdolls memiliki tiga kamar dan di masing-masing kamar tersedia satu boneka seks berbahan silikon setinggi 1,45 meter yang nilainya mencapai ribuan Euro.

Rekomendasi Untuk Anda

Calon pelanggan harus memesan tempat dan membayarnya lewat internet dengan alamat persisnya yang dirahasiakan. Lousquy mengatakan para tetangga bahkan tidak mengerahui jenis bisnis yang dijalankannya.

boneka seks
Getty Images
Pemilik Xdolls, Joachim Lousquy, menegaskan boneka seks tidak merendahkan perempuan.

Namun para pengkritik ingin agar Xdolls ditutup.

Nicolas Bonnet Oulaldj—anggota dewan kota yang beraliran politik komunis—sudah menyampaikan protesnya kepada Dewan Kota Paris, yang akan menggelar sidang pekan ini.

"Xdolls membawa citra yang merendahkan perempuan," katanya seperti dikutip Le Parisien. Dia dan beberapa rekan anggota dewan kota menuntut agar Xdolls ditutup karena beroperasi seperti rumah bordil.

Namun Lousquy menegaskan bahwa boneka silikon adalah mainan seks dan tidak melihatnya sebagai hal yang merendahkan perempuan.

Sementara Lorraine Questiaux—pengacara dan juru bicara Asosiasi Feminis Paris— mengatakan: "Xdolls bukan toko seks. Itu adalah tempat yang menghasilkan uang dan tempat Anda memperkosa seorang perempuan."

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas