Pertama Kalinya Perusahaan Kereta Api di Jepang Diprivatisasi
Untuk pertama kalinya perusahaan kereta api di Jepang yang tadinya 100 persen milik pemerintah kini diprivatisasi.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Untuk pertama kalinya perusahaan kereta api di Jepang yang tadinya 100 persen milik pemerintah kini diprivatisasi.
Masyarakat umum dapat memiliki sahamnya mulai 1 April 2018 dan namanya berubah menjadio Osaka Metro.
"Mudah-mudahan kereta api bawah tanah ini bisa memberikan manfaat baik bagi karyawan maupun masyarakat dan kami akan memberikan deviden yang terbaik bagi para pemegang saham," ungkap CEO Osaka Metro, Hideaki Kawai, Minggu (1/4/2018) saat upacara peresmian Osaka Metro.
Baca: Korban Sempat Melambaikan Tangan di Tengah Kobaran Api Tapi Nasir Tak Kuasa Menolong
Subway (kereta api bawah tanah) Kota Osaka dibuka pertama kali tahun 1933 dengan panjang sekitar 3 km bagian dari Umeda Metropolitan Shinsaibashi Osaka.
Sejak saat itu jaringan semakin luas hingga ke seluruh bagian Osaka.
Namun untuk diversifikasi usaha, sebagai perusahaan publik kereta api bawah tanah untuk memperkuat fondasi manajemen diprivatisasi.
Baca: Putranya Tewas di Tangan Menantu, Slamet: Anak Saya tidak Bersalah Kenapa Sampai Dibunuh
Osaka Metro diluncurkan dari Osaka Midosuji dari Nakamozu Station di Sakai City pagi ini sekitar jam 05.00 waktu jepang.
"Kami berkomitmen untuk bekerja sama secara keseluruhan untuk memastikan keamanan dan ketenangan pikiran semua pihak," tambah Kawai.
Setelah pengguntingan pita bersama para direksi Osaka Metro, mulailah kereta perlahan diberangkatkan oleh kepala stasiun.
Baca: Enam Kapal Tanker Minyak Milik PT CPL Dievakuasi dari Teluk Balikpapan
Swastanisasi ini menurutnya untuk memperluas bisnis seperti pengelolaan hotel dan fasilitas kesejahteraan, juga berniat untuk memperluas bisnis selain kereta api dalam waktu dekat ini.
Penghasilan per tahun sedikitnya 10 miliar yen.
Tarif kereta dan penggunaan kereta api bagi masyarakat tidak ada perubahan sama sekali meski diubah menjadi Osaka Metro.
Baca tanpa iklan