Tribun

Anwar Ibrahim Bentuk Tim Khusus Pelajari Transisi Kekuasaan di Indonesia

"Harus ada tim yang mengkaji atau meneliti pengalaman Indonesia dalam proses itu dari era Pak Habibie sampai era Jokowi,"

Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Malvyandie Haryadi
Anwar Ibrahim Bentuk Tim Khusus Pelajari Transisi Kekuasaan di Indonesia
TRIBUNNEWS/Yanuar Nurcholis Majid
Mantan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim yang juga Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat, Malaysia, tiba di kediaman BJ Habibie sekitar pukul 13.02 WIB. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan negaranya memerlukan tim khusus untuk mempelajari transisi kekuasaan di Indonesia sebagai pelajaran menjelang era reformasi negaranya setelah pemilu 2018.

Baca: Prince Harry Nikah, 10 Pangeran ini Jomblo & Berwajah Ganteng, Siapa Tahu Bisa Kaya Meghan Markle!

"Harus ada tim yang mengkaji atau meneliti pengalaman Indonesia dalam proses itu dari era Pak Habibie sampai era Jokowi," ujar Anwar, di kediaman BJ Habibie di Jakarta Selatan, Minggu (20/5/2018).

Anwar mengatakan bahwa kajian itu sangat penting agar Malaysia tak mengulangi kesalahan dan dapat mengambil hal baik dari transformasi Indonesia.

"Dalam waktu sesingkat itu, beliau bisa buat perubahan besar-besaran, dari institusi sampai aturan lainnya," ucap Anwar.

Anwar pun mengatakan bahwa Malaysia sebenarnya tidak separah Indonesia karena mereka sudah memiliki institusi yang dibutuhkan.

"Namun, institusi itu harus dirombak sistemnya dan diisi dengan orang-orang yang benar-benar ingin melayani rakyat," kata Anwar.

Anwar menyakini jika Malaysia bisa menjalankan agenda reformasi di bawah pimpinan Mahathir Mohamad.

"Tun Mahathir sudah berubah. Dia menunjukkan tekad kuat untuk menjalankan agenda reformasi, terutama untuk sistem peradilan dan kebebasan pers," katanya.

Untuk itu Anwat akan menepati janjinya untuk memberikan jabatan Wakil Perdana Menteri kepada istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail.

"Esok Senin, saya akan hadir ke pelantikan di Istana. Saya harus membiasakan sebutan wakil perdana menteri yang dulu saya pegang sekarang jadi Wan Azizah. Saya hanya akan jadi pendamping," ucap Anwar.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas