Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

AS dan Turki Sepakati Rencana Tarik Pejuang Kurdi dari Kota Suriah

Mereka berencana menyerukan pasukan Turki dan Amerika untuk bersama-sama mengawasi operasi stabilisasi di daerah tersebut.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in AS dan Turki Sepakati Rencana Tarik Pejuang Kurdi dari Kota Suriah
NYTIMES
Para pejuang Kurdi dengan Pasukan Demokrat Suriah 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, ISTANBUL - Amerika Serikat dan Turki sepakati rencana untuk menarik para pejuang Kurdi dari kota Manbij di Suriah Utara sebagai langkah menuju penyelesaian salah satu perselisihan berat yang meletus baru-baru ini diantara negara tersebut.

Menurut pernyataan Departemen Luar Negeri yang dikeluarkan setelah dua pejabat bertemu, Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, "mengesahkan peta jalan" untuk pastikan keamanan dan stabilitas di Manbij.

Tidak ada pihak yang merilis rincian rencana tersebut, tetapi pejabat Turki dan Amerika menegaskan bahwa pihaknya menyerukan penarikan pasukan Kurdi dari kota.

Perjanjian tersebut memberikan keuntungan signifikan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Pasalnya, Turki akan melangsungkan pemilihan presiden dalam beberapa minggu ke depan.

Para pejabat Turki mengatakan dalam road map, menyerukan milisi Kurdi di Manbij, Unit Perlindungan Rakyat , serta komandan Kurdi dan pemimpin politik untuk mundur dari kota, digantikan oleh para pemimpin lokal.

Mereka berencana menyerukan pasukan Turki dan Amerika untuk bersama-sama mengawasi operasi stabilisasi di daerah tersebut.

Baca: Ini Sejumlah Lokasi Pertemuan Donald Trump-Kim Jong Un di Singapura

Rekomendasi Untuk Anda

Kepala Direktorat Jenderal Pers dan Informasi Turki, juga penasihat Erdogan, Mehmet Akarca, mengatakan Turki akan membangun basis di pinggiran Manbij, yang terletak dekat dengan perbatasan Turki, dan mempertahankan status bersama pasukan Amerika. Turki tidak akan melakukan operasi militer lebih lanjut seperti operasi ke Afrin.

"Yang paling utama adalah kami tidak ingin kehadiran teroris di seberang perbatasan kami. Mereka tepat di seberang perbatasan, di ujung hidung kita," ujar Akarca, seperti dilansir New York Times, Senin (4/6/2018).

“Kesepakatan sudah selesai. Mereka akan mundur dalam beberapa hari mendatang. Ini adalah cara yang tepat untuk pergi dengan cara damai." tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas