Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Konflik Suriah

Suriah Tuding Pesawat Tempur Rusia Ledakkan Idlib yang Dikuasai Pemberontak, Lusinan Tewas

lebih dari 60 orang lainnya terluka dalam serangan yang terjadi di Desa Zardana, seperti yang disampaikan seorang pengawas yang bermarkas di Inggris

Suriah Tuding Pesawat Tempur Rusia Ledakkan Idlib yang Dikuasai Pemberontak, Lusinan Tewas
Anadolu
Pencarian korban selamat di bawah reruntuhan bangunan di Provinsi Idlib, Suriah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, IDLIB - Rusia diyakini telah melakukan serangan udara di sebuah desa di provinsi Idlib, Suriah, yang dihancurkan pemberontak dan menewaskan sedikitnya 44 orang dalam semalam.

Angka kematian itu merupakan yang tertinggi dalam serangan yang terjadi di wilayah itu pada tahun ini.

Baca: Putin: Militer Rusia Akan Tetap di Suriah Namun Bukan untuk Jangka Panjang

Hal tersebut disampaikan sebuah kelompok yang melakukan pemantauan pada Jumat ini.

"Pesawat tempur yang kemungkinan (milik) Rusia, menargetkan desa Zardana di Idlib Utara semalam dan menyebabkan korban tewas tertinggi dalam satu serangan di kawasan itu, termasuk 11 wanita dan enam anak-anak," kata Rami Abdulrahman, yang merupakan Direktur kelompok tersebut.

Dilansir dari laman Al Jazeera, Jumat (8/6/2018), lebih dari 60 orang lainnya terluka dalam serangan yang terjadi di Desa Zardana, seperti yang disampaikan seorang pengawas yang bermarkas di Inggris.

Korban tewas diperkirakan akan terus meningkat karena beberapa orang yang terluka dalam serangan itu kini berada dalam kondisi kritis.

Baca: AS dan Turki Sepakati Rencana Tarik Pejuang Kurdi dari Kota Suriah

Petugas penyelamat masih mencari korban selamat di bawah reruntuhan bangunan.

Dalam beberapa tahun terakhir, puluhan ribu pejuang dan warga sipil telah berlindung di Idlib setelah melarikan diri dari bagian lain negara itu, di bawah kesepakatan evakuasi dengan pemerintah.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas