Tribun

Cerita 12 Murid Tim Sepakbola Thailand dan Pelatih yang Mampu Bertahan Hidup di Dalam Gua

Namun masih tersimpan kisah di balik perjuangan bertahan hidup mereka di dalam perut gua yang paling berbahaya di Thailand.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Cerita 12 Murid Tim Sepakbola Thailand dan Pelatih yang Mampu Bertahan Hidup di Dalam Gua
Facebook/Pak Loharnshoon
Tim sepak bola "Wild Boars" bersama Pak Loharnshoon anggota medis angkatan darat yang tinggal bersama mereka dalam seluruh misi penyelamatan. 

TRIBUNNEWS.COM, CHIANG RAI - Misi penyelamatan tim sepak bola Moo Pa atau "Wild Boars" dan pelatihnya berhasil dilakukan.

Seluruh pemain Wild Boars bersama pelatihnya akhirnya berhasil diselamatkan dari goa Tham Luang, Selasa (10/7/2018).

Namun masih tersimpan kisah di balik perjuangan bertahan hidup mereka di dalam perut gua yang paling berbahaya di Thailand.

Dua belas anak dan pelatihnya yang terjebak di dalam Thum Luang Nang Non, Chiang Rai, sejak 23 Juni itu.

Selama 18 hari mereka terperangkap.

Baca: Tim Remaja Thailand Diberitahu Soal Kematian Penyelam SEAL

Kisah itu mulai terungkap satu demi satu dari penuturan mereka kepada awak media.

Sebanyak 12 bocah laki-laki berkisar usia 11 hingga 17 tahun dan pelatih mereka yang berusia 25 tahun, pergi ke gua Tham Luang pada 23 Juni usai latihan sepak bola untuk rekreasi penjelajahan.

Namun sayang, mereka terjebak di dalam ketika hujan lebat menyebabkan banjir menggenangi bagian-bagian gua yang berlumpur.

Sebelum mereka ditemukan oleh dua penyelam Inggris, 12 anak sekolah dari tim sepak bola Wild Boar Academy dan pelatih mereka menggali sebuah lubang di dinding gua dengan potongan-potongan batu setiap hari.

Upaya ini tidak lain untuk melarikan diri dari gua Tham Luang yang sudah tergenang air.

Demikian dikisahkan anggota medis angkatan darat yang tinggal bersama mereka dalam seluruh misi penyelamatan.

Dalam posting Facebook pada Senin (16/7/2018), Pak Loharnshoon menulis bahwa para korban telah menggali lubang sedalam 5meter meskipun mereka kekurangan makanan.

Luar biasanya lagi, meski demikian kondisinya, mereka tetap menjaga etika dalam masa krisi tersebut.

Setelah "Wild Boars" ditemukan pada 2 Juli, ia adalah salah satu pejabat Thailand yang mengajukan diri untuk tetap bersama disana sampai mereka aman untuk dievakuasi.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas