Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Masjid Berjalan Untuk Asian Games di Indonesia, Siapkah Untuk Dikirimkan?

Inoue memang bukan beragama Islam tetapi temannya justru lebih banyak kalangan muslim mungkin ketimbang orang Jepang.

Masjid Berjalan Untuk Asian Games di Indonesia, Siapkah Untuk Dikirimkan?
Ist
Para siswa Indonesia yang ada di Yamaguchi University berpose di depan Masjid Berjalan (MB) karya Yasuharu Inoue 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang 

TRIBUNNEWS Tokyo -  Masjid Berjalan (MB) yang dibuat Yasu Project Co.Ltd dengan bosnya Yasuharu Inoue (59) sebenarnya ingin sekali mengirimkan ke kancah Asian Games di Indonesia 18 Agustus 2018.

 "Bisa gak ya dikirimkan ke Indonesia untuk meramaikan Asian Games di Indonesia? Kalau pemerintah Indonesia memang berminat khususnya Pantia Asian Games mungkin jawaban bisa kami tunggu akhir Juli 2017 ini untuk kemudian kita siapkan pengirimannya," papar Inoue khusus kepada Tribunnews.com kemarin (25/7/2018).

Inoue memang bukan beragama Islam tetapi temannya justru lebih banyak kalangan muslim mungkin ketimbang orang Jepang. Ke Qatar saja sedikitnya 50 kali dalam empat tahun terakhir ini dan menginvestasikan uangnya pula membuat perusahaan di Qatar berekanan dengan pengusaha Qatar.

"Sebagai negara yang terbuka dan ramah, kami ingin berbagi gagasan 'omotenashi' (keramahan Jepang) dengan kalangan Muslim di mana pun berada terutama di Indonesia yang memiliki mungkin jumlah muslim terbesar di dunia sekitar 220 juta jiwa," ungkapnya lagi.

Ke depan, saya akan sangat senang jika orang-orang dari Indonesia, Malaysia, Afrika, Timur Tengah dan pengungsi yang datang dari Suriah dapat menggunakan masjid sebagai alat untuk mempromosikan perdamaian dunia, tambahnya.

Idenya tumbuh tahun 2014 saat berada di Qatar di mana banyak kalangan muslim masih kesulitan ber salat sehingga MB mungkin baik kalau dibuat sehingga bisa melayani ke mana pun kaum muslim berada.

Karya asli orang Jepang ini bersambut pula oleh kantor PM Jepang yang mensponsori pembuatan MB tersebut dan di Olimpiade tercatat pula sebagai partisipan yang akan meramaikan kancah olahraga dunia.

Di Jepang pembuatan truk Hino menjadi MB tersebut dibantu sistim buka tutupnya oleh Oshimajiko sehingga penggunaan MB ini sangat mudah dan praktis.

Mobil dibawa ke suatu tempat, lalu dikembangkan sayap kanannya sehingga menjadi satu ruangan sangat besar bisa menampung 50 orang dengan karpet eksklusif untuk salat dengan nyaman.

Dari bagian belakang samping kanan nya juga tinggal dipencet maka ke luarkan tempat untuk wudhu untuk membersihkan muka tangan dan kaki kita sebelum salat.

Selain AC sebanyak 4 unit juga dilengkapi Kompas sehingga mengetahui pasti di mana arah ke Mekah.

"Kita akan kembangkan menjadi 5-10 unit MB nantinya saat Olimpiade 2020 karena beberapa negara yang banyak muslimnya mungkin sangat tertarik untuk menggunakan sebagai tempat salat mereka di kamping olahragawan masing-masing negara."

Kini yang jadi perhatian besar adalah kancah Asian Games, di Indonesia,  apakah pemerintah Indonesia tertarik dengan MB ini, masih jadi pertanyaan Inoue, karena memang sangat praktis bisa ditempatkan di mana pun, bisa berisi cukup banyak jemaah untuk bersalat bersama di tempat yang sejuk sekitar 50 meter persegi dengan 4 unit AC.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas