India Nekat Beli Minyak Mentah Iran Meski Ada Ancaman Sanksi AS
Konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, India, akan terus mengimpor minyak mentah dari Iran.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, India, akan terus mengimpor minyak mentah dari Iran.
Meskipun ada ancaman Amerika Serikat (AS) akan menghukum perusahaan yang bekerjasama dengan negara itu setelah batas sanksi November mendatang.
Menurut Menteri Perminyakan India Dharmanendra Pradhan, dua perusahaan lokal telah melakukan pemesanan untuk mengimpor minyak mentah Iran bulan depan.
Ia mengatakan bahwa sembilan juta barel minyak diharapkan akan dibeli dalam waktu dekat.
Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (9/10/2018), Penyuling India telah mengimpor sekitar sepuluh juta barel minyak mentah Iran pada bulan ini.
Baca: Fakta-fakta soal IMF-WB 2018 di Bali, Tuai Kontroversi hingga Kehadiran Orang Terkaya di Dunia
Pradhan pun menyampaikan pernyataannya itu di forum energi yang digelar di New Delhi, India, pada Senin kemarin.
Ia menyatakan India tidak tahu apakah impor tersebut akan mendapatkan pengampunan sanksi dari AS.
Sementara itu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada bulan lalu, Gedung Putih hanya akan mempertimbangkan keringanan untuk pembeli minyak Iran, jika mereka bersumpah untuk membawa impor tersebut ke titik nol.
Sedangkan pada Mei lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran.
Ia menegaskan setiap negara atau perusahaan yang melakukan transaksi dengan Iran, bertanggungjawab untuk menghadapi sanksi sekunder.
Sanksi AS yang menargetkan ekspor minyak mentah Iran, akan mulai diberlakukan pada 4 November mendatang.
India kini sedang mendiskusikan opsi untuk membeli minyak Iran dengan semua otoritas.
Pradhan menjelaskan bahwa negaranya sedang mempertimbangkan sistem pembayaran yang berbeda untuk membeli minyak mentah dari Iran.
India dan Iran dilaporkan telah membahas kembali pengalihan ke perdagangan menggunakan mata uang Rupee setelah 4 November mendatang.
"Iran telah off and on dalam mengambil pembayaran Rupee untuk minyak yang dijualnya, negara itu menggunakan Rupee untuk membayar impor obat-obatan dan komoditas lainnya, pengaturan serupa saat ini sedang dilakukan," kata sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Times of India.
Ia menambahkan bahwa rincian mekanisme pembayaran akan dipublikasikan dalam beberapa pekan ke depan.
Ketua Perusahaan Minyak Dunia Sanjiv Singh mengatakan pada Senin kemarin, sejumlah perusahaan baru-baru ini mulai melakukan pembayaran untuk minyak Iran dalam mata uang Rupee.