Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Saham Asia anjlok setelah kerugian besar di Wall Street

Saham-saham Asia turun drastis karena munculnya kekhawatiran terkait dengan tingkat suku bunga Amerika Serikat yang lebih tinggi dan perang

Tetapi Bank Sentral kemudian menaikkan tingkat suku bunga, dan kemungkinan kebijakan ini masih akan dilakukan lagi.

Bulan September lalu, Bank Sentral AS menyatakan kebijakannya sebagai "akomodatif" karena mewakili pandangan ekonomi yang cukup kuat, sehingga tidak lagi memerlukan stimulus seperti yang diterima setelah krisis keuangan.

Asia diuntungkan oleh tingkat suku bunga dunia yang lebih rendah pasca krisis. Para investor menanam dana di pasar yang menawarkan keuntungan lebih tinggi.

Kemungkinan penurunan stimulus AS semakin diperburuk perang dagang dua ekonomi terbesar dunia - padahal IMF telah memperingatkan keadaan ini dapat merusak pertumbuhan.

Presiden AS, Donald Trump terutama sangat mengecam peningkatan tingkat suku bunga. Pernyataannya ini telah mendobrak tradisi di mana presiden Amerika diharapkan untuk menghormati kemandirian bank sentral.

"The Fed melakukan kesalahan," katanya kepada para wartawan hari Rabu. "Saya pikir The Fed sudah menjadi gila."

Anjloknya pasar saham terjadi sebelum masa di mana perusahaan akan memperbarui data untuk para investor terkait dengan perkiraan mereka tentang keadaan pada sisa tahun berjalan.

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas