Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Donald Trump Prihatin dengan Tragedi Kebakaran Hutan di California

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keprihatinannya terkait kehancuran kota California.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Donald Trump Prihatin dengan Tragedi Kebakaran Hutan di California
NHK World
Kebakaran hutan di California Utara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keprihatinannya terkait kehancuran kota California karena kebakaran hutan yang terjadi sejak pekan lalu.

Apalagi kini lebih dari 1.000 orang dinyatakan hilang dalam kebakaran hutan tersebut.

Bencana kebakaran ini termasuk terburuk yang pernah terjadi di Amerika.

Dua kebakaran besar telah menciptakan masalah asap yang serius di seluruh wilayah.

Baca: Biaya Perawatan Sudah Rp 173 Juta, Mahasiswi yang Dibakar Mantan Pacar Masih Belum Stabil

Ketika Trump melangkah keluar dari pesawat kepresidenan di Lapangan udara Beale di ibu kota Sacramento, matahari sedang berjuang untuk melintas melalui kabut yang begitu tebal menutupi langit seperti kabut.

"Ini sangat menyedihkan " ujar Trump setelah meninjau langsung lokasi di Paradise.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka mengatakan ini tidak seburuk di beberapa daerah lain. Di beberapa tempat bahkan di luar ini, mereka hanya melihat bekas hangus," tambahnya setelah melihat sebuah jalan berjajar mobil meleleh, pohon dan dasar-dasar rumah bekas terbakar.

Baca: PKS: Fit and Proper Test Calon Wakil Gubernur DKi Jakarta Sebetulnya Tidak Perlu

Kebakaran tersebut dianggap paling mematikan dalam sejarah California yang telah memakan korban 71 orang.

Selai itu kebakaran telah menghancurkan hampir 10.000 rumah dan 2.400 bangunan lainnya.

Menurut Sheriff Butte County Kory Honea, jumlah orang yang hilang terus bertambah dari 631 menjadi 1.011 orang, dalam 24 jam.

"Saya ingin ini dimengerti sebagai daftar dinamis, " ujar Honea kepada wartawan.

Dia mejelaskan pula, tak tertutup kemungkinan ada duplikasi dan beberapa orang yang telah melarikan diri masih tetap terdaftar dalam daftar korban hilang.

Sejauh ini 329 orang yang telah terdaftar sebagai korban hilang, sekarang telah ditemukan.(AFP/AP/Channel News Asia)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas