Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Mengapa ada yang tertarik melakukan 'jihad dengan kekerasan'

"Kekhalifahan" yang dibangun oleh kelompok ISIS nyaris hancur, tapi daya tarik "jihad dengan kekerasan" yang mereka promosikan mungkin tak langsung

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) telah kehilangan "kekhalifahan" yang berumur pendek di Timur Tengah.

Ratusan, mungkin ribuan, calon jihadis menjadi bingung dan ingin pulang ke negara asal meskipun terdapat ketakutan akan ditangkap dan dipenjara.

Tetapi kekhawatiran bahwa mereka akan melanjutkan tindak kekerasan tidak menghilang.

Serangan hotel di Nairobi, Kenya, dua minggu lalu oleh kelompok militan al-Shabab pendukung al-Qaida mengingatkan kembali banyak orang tentang berbagai hal.

Banyak wilayah Afrika barat laut sekarang peka terhadap serangan kelompok garis keras di Somalia, Yaman dan Afghanistan.

Jadi apa yang membuat orang tertarik melakukan "jihad dengan kekerasan"?

Tekanan masyarakat

Keputusan untuk meninggalkan kehidupan biasa dengan meninggalkan keluarga dan orang-orang tercinta merupakan sesuatu yang berat.

Para perekrut "jihad dengan kekerasan" akan memainkan pemikiran mereka menjadi korban, pengorbanan dan usaha mencapai sesuatu yang lebih tinggi demi agama.

Selama hampir 20 tahun internet dibanjiri berbagai video propaganda mengerikan, sebagian memperlihatkan penderitaan Muslim di berbagai tempat di dunia, yang lainnya menunjukkan serangan balas dendam dan hukuman terhadap orang-orang yang dipandang sebagai musuh.

Hal ini untuk mencapai dua tujuan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas