Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Ribuan Anggota ISIS di Suriah Menyerahkan Diri

Ribuan anggota ISIS yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak, menyerahkan diri. Unit pasukan yang dipelopori Kurdi…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Ribuan Anggota ISIS di Suriah Menyerahkan Diri

Sekitar 3.000 anggota organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meninggalkan pertahanan terakhir kelompok itu di Suriah untuk menyerahkan diri kepada pasukan pimpinan Kurdi.

"Jumlah anggota Daesh (ISIS) yang menyerah kepada kami sejak kemarin malam telah meningkat menjadi 3.000 orang," ujar jurubicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Mustefa Bali.

SDF menghentikan sementara serangan udara dan menembaki desa Baghouz yang dikuasai ISIS di Suriah timur, pada hari Selasa (12/03) guna memungkinkan orang meninggalkan desa setempat untuk menyerahkan diri.

Persiapan serbuan akhir

Pasukan SDF, yang didukung oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat telah membombardir Baghouz sejak hari Minggu.

Seorang komandan pasukan itu mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pasukan sedang bersiap untuk menyerbu desa. "Beberapa ratus" milisi ISIS diyakini masih bertahan, demikian klaim koalisi pimpinan AS.

Akhir dari 'kekhalifahan'

Pasukan SDF telah berulang kali menunda serangan mereka di Baghouz karena sejumlah besar warga sipil – yang kebanyakan adalah para istri milisi dan anak-anaknya- masih berada di desa itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Sekitar 60.000 orang telah meninggalkan Baghouz sejak Desember silam, demikian menurut Syrian Observatory for Human Rights yang bermarkas di Inggris. Diperkirakan 10 persen dari mereka bisa menjadi pejuang ISIS. Di luar Baghouz, milisi ISIS terus beroperasi di daerah-daerah terpencil di negara itu.

Pada tahun 2014, kelompok militan mengambil keuntungan dari kekacauan perang saudara Suriah untuk mencaplok sejumlah besar wilayah di negara itu dan negara tetangga Irak dalam upaya untuk mendirikan "kekhalifahan."

ap/na (amp/se/AFP/ Reuters)

Sumber: Deutsche Welle
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas