Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pernyataan Presiden Meksiko ke Trump: Migran Bukan Masalah Kami

Meksiko meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berhenti menyalahkan negaranya atas masalah imigran ilegal di AS.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
zoom-in Pernyataan Presiden Meksiko ke Trump: Migran Bukan Masalah Kami
AFP/ALFREDO ESTRELLA
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador selalu bepergian dengan penerbangan komersial, bahkan duduk di kelas ekonomi. 

TRIBUNNEWS.COM, MEKSIKO - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berhenti menyalahkan negaranya atas masalah imigran ilegal di AS.

Ia ingin menunjukkan jumlah orang Meksiko itu lebih sedikit dari angka para imigran ilegal yang melintasi perbatasan AS-Meksiko.

"Aliran migrasi orang Meksiko ke AS sangat rendah, orang Meksiko itu tidak lagi mencari pekerjaan di AS, mayoritas yang menyeberang adalah penduduk negara-negara di Amerika Tengah," kata Lopez Obrador dalam konferensi pers.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (29/3/2019), Pemimpin Meksiko itu pun menanggapi cuitan Trump dalam Twitternya yang selalu 'bernada tajam', dimana Trump mengancam akan menutup perbatasan tersebut.

Baca: Buat Video Permintaan Maaf Usai Aksinya Dorong Sang Putri ke Luar Mobil Viral, Wati: Saya Khilaf

Termasuk saat Trump turut mengecam pemerintah Meksiko karena tidak melakukan apapun untuk membantu AS dalam menghentikan aliran imigran ilegal ke negara adidaya itu.

"Ini adalah masalah Amerika Serikat, atau itu merupakan masalah negara-negara di Amerika Tengah," tegas Lopez Obrador.

Ia pun menambahkan bahwa dirinya sangat ingin bekerjasama dengan Trump untuk membendung aliran imigran yang masuk ke wilayah Utara.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, Meksiko akan fokus pada upaya untuk mengatasi akar penyebab imigrasi ilegal.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa bukan merupakan urusan pihaknya sebagai 'orang Meksiko' jika para penduduk dari Amerika Tengah menuju perbatasan dan meninggalkan rumah mereka.

Sebelumnya, karavan migran lain, yang terdiri dari sekitar 1.200 orang, mulai bergerak ke Utara pada akhir pekan lalu melalui Meksiko Selatan.

Pusat-pusat penahanan migran AS pun kini telah penuh sesak, dan sebanyak lebih dari 100.000 orang diperkirakan telah ditahan sebelum akhir Maret ini.

Seperti yang disampaikan Komisaris Kendali Perbatasan AS- Meksiko Kevin McAleenan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas