Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●
BBC

Bintang sepak bola Inter Milan biayai makan siang anak imigran kurang mampu

Bintang sepak bola Inter Milan, Antonio Candreva, menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai makan siang seorang anak keluarga imigran kurang

Tribun X Baca tanpa iklan

Bintang sepak bola Inter Milan, Antonio Candreva, menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai makan siang seorang anak keluarga imigran kurang mampu di sebuah sekolah dasar di Italia.

Keluarga anak imigran itu tidak mampu membayar biaya makan siang di sekolahnya, sehingga hanya diberi menu keripik dan ikan tuna dan bukan menu rutin makan siang, seperti dilaporkan media Italia.

Anak perempuan tersebut dilaporkan menangis saat jatah makan siangnya dikurangi. Kabar ini kemudian menjadi isu besar di Italia, dan diketahui oleh pemain berusia 32 tahun tersebut.

"Saya siap membantu orang tuanya untuk membayar makan siangnya di kantin sekolah," kata Candreva kepada Wali Kota Minerbe, yang berjarak 35km dari Kota Verona, Italia.

keripik dan ikan tuna
Getty Images
Keluarga anak imigran itu tidak mampu membayar biaya makan siang di sekolahnya, sehingga hanya diberi menu keripik dan ikan tuna. Foto ilustrasi: keripik dan taburan potongan ikan tuna di atasnya.

Masalah ini kemudian merembet menjadi isu politik, karena Wali Kota Minerbe, Andrea Girardi adalah politikus Partai Lega Nord (Northern League), yang dikenal anti-imigran.

Salah-seorang politikus yang paling dikenal, sekaligus Sekjen Partai Gerakan Lima Bintang (The Five Star Movement), yang juga anti-imigran, adalah Matteo Salvini, Menteri Luar Negeri Italia. Dua partai ini membangun koalisi pemerintahan populis.

Partai Demokrat (PD), yang berhaluan tengah-kiri, menuduh pemerintah menerapkan "kebijakan diskriminatif".

Rekomendasi Untuk Anda

Laporan-laporan media mengungkapkan anak-anak lain makan siang dengan menu pasta dan hidangan kedua, sementara anak imigran itu hanya mengonsumsi tuna dan keripik.

Menanggapi tudingan miring yang mengarah kepadanya, Wali Kota Minerbe, Andrea Girardi mengatakan sebagian siswa mendapat jatah makan keripik dan ikan, karena keluarga lainnya "membayar biaya (kantin) secara teratur".

Bagaimanapun, apa yang dialami bocah perempuan yang berlatar imigran itu beredar luas di media sosial Italia dan memunculkan fakta lainnya bahwa anak-anak lain dari keluarga imigran yang kurang mampu menghadapi kesulitan yang sama di sekolah.

Dalam beberapa kasus, menurut harian La Repubblica, sejumlah guru memberikan makan siang mereka kepada anak-anak yang orang tuanya tidak mampu membayar biaya kantin.

Wali Kota Minerbe, Girardi kemudian menjawab bahwa pemerintahannya telah membantu 30 keluarga yang mengalami kesulitan serupa terkait pembayaran uang kantin.

"Kami menghadapi puluhan masalah seperti ini, dan tentu saja, kami tidak bisa menutupi seluruh biayanya. Jadi, kami memutuskan membuat kebijakan lain," papar Girardi.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas