Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PM Abe Beri Lampu Hijau, Siap Bertemu dengan Kim Jong Un Tanpa Syarat Apapun

Setelah sebelumnya, pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump pada Februari lalu gagal mencapai kesepakatan.

PM Abe Beri Lampu Hijau, Siap Bertemu dengan Kim Jong Un Tanpa Syarat Apapun
Kiyoshi Ota/Bloomberg
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe bersedia untuk bertemu dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un untuk melakukan diskusi terbuka 'tanpa syarat apapun'.

Seperti yang disampaikan Abe kepada surat kabar Sankei.

"Saya berharap ia seorang pemimpin yang tahu apa yang terbaik bagi negaranya, dan bersedia menjadi pemimpin yang fleksibel dan membuat penilaian strategis," ujar Abe, dalam wawancara pada Rabu lalu.

Perlu diketahui, tawaran untuk melakukan pembicaraan tanpa syarat dengan Jepang yang merupakan salah satu sekutu terdekat Amerika Serikat (AS) tentunya dapat membuka jalan negosiasi lain untuk Kim.

Setelah sebelumnya, pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump pada Februari lalu gagal mencapai kesepakatan.

Dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (3/5/2019), bulan lalu, Kim telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan meminta bantuannya dalam upaya menyelesaikan kebuntuan kesepakatan dengan AS.

Ia meminta Putin untuk menyampaikan pandangannya kepada Trump.

Sedangkan bagi Shinzo Abe, pertemuan dengan Kim akan membantunya membawa Jepang kembali ke dalam diskusi terkait situasi panas di Semenanjung Korea, karena pihaknya mencari jaminan keselamatannya sendiri dari program senjata Korut.

Ia menegaskan bahwa setiap diskusi harus didasarkan pada kerangka kerja 2002 yang diadopsi oleh Perdana Menteri Junichiro Koizumi dan ayah Kim, yakni mendiang Kim Jong Il.

Pada dasarnya, titik gesekan utama antara kedua negara itu diantaranya adalah tuntutan Jepang kepada Korut untuk mengembalikan belasan warganya yang diyakini telah diculik dan dibawa ke Korut pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, dengan bantahan Korut yang menyebut diantara mereka tidak ada yang masih hidup.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas