Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

WHO: 34.000 Orang di Eropa Terinfeksi Campak Hanya Dalam Kurun Waktu Dua Bulan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, lebih dari 34.000 orang di seluruh Eropa terkena campak dalam dua bulan pertama tahun 2019.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
WHO: 34.000 Orang di Eropa Terinfeksi Campak Hanya Dalam Kurun Waktu Dua Bulan

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, Selasa (07/05), mengatakan telah terjadi peningkatan tajam dalam jumlah kasus campak di seluruh Eropa pada bulan Januari dan Februari tahun 2019, dengan lebih dari 34.000 orang terkena penyakit tersebut.

Kasus yang tercatat di 42 negara mengakibatkan 13 kematian. Jumlahnya hampir tiga kali lebih besar daripada dua bulan pertama di tahun 2018.

Di Jerman pada hari Selasa (07/05), pemerintah setempat di negara bagian Niedersachsen mengatakan bahwa ada orang dewasa yang meninggal karena campak, tanpa memberikan informasi tentang umur atau jenis kelamin korban.

WHO mendesak pihak berwenang untuk memastikan bahwa orang yang rentan segera divaksinasi, mengingat penyakit ini menyebar di berbagai belahan dunia.

"Jika respons wabah tidak tepat waktu dan komprehensif, virus akan menemukan jalan ke lebih banyak individu yang rentan dan berpotensi menyebar ke negara-negara lain di dalam dan di luar kawasan," demikian pernyataan WHO.

"Setiap kesempatan harus digunakan untuk memvaksinasi anak-anak, remaja dan orang dewasa yang rentan."

Rekomendasi Untuk Anda

Ukraina - yang sedang menderita wabah campak - adalah bagian Eropa yang paling parah terkena dampaknya dengan lebih dari 25.000 orang terkena campak selama periode waktu tersebut. Rumania dan Albania juga memiliki tingkat infeksi yang tinggi.

Campak juga menyebar di banyak bagian lain dunia; kasusnya meningkat di AS, Filipina dan Thailand. Para peneliti telah mengklaim bahwa penyakit ini menyebar, setidaknya sebagian, karena ada orang yang tidak divaksinasi di beberapa daerah.

Para pejabat menyalahkan aliran informasi yang salah tentang vaksin campak yang menyebabkan penurunan angka imunisasi, termasuk teori yang sudah lama dibantah bahwa vaksin dapat menyebabkan autisme.

Campak adalah penyakit yang sangat menular, dapat menyebabkan kebutaan, tuli, kerusakan otak, dan bahkan kematian.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn telah mengusulkan undang-undang yang memungkinkan orang tua dari anak-anak yang tidak divaksinasi didenda hingga € 2.500. Sekitar 170 kasus campak terdaftar di Jerman selama bulan Januari dan Februari. (vlz/hp)

Sumber: Deutsche Welle
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas