Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

UU Pengelolaan Kesejahteraan Hewan Jepang Pasangkan Microchip Teregistrasi Kepada Anjing dan Kucing

Sebuah UU baru mengenai pemeliharaan hewan khususnya anjing dan kucing memungkinkan hewan peliharaan tersebut ditanamkan microchip.

UU Pengelolaan Kesejahteraan Hewan Jepang Pasangkan Microchip Teregistrasi Kepada Anjing dan Kucing
NHK
Anjing yang ditanamkan micro chip data registrasi di dalam tubuhnya sehingga akan ketahuan kalau hilang dan mengetahui siapa pemiliknya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah UU baru mengenai pemeliharaan hewan khususnya anjing dan kucing memungkinkan hewan peliharan tersebut ditanamkan microchip berisi data registrasi lengkap mengenai diri dan siapa pemiliknya, telah diresmikan Jumat (31/5/2019).

"Belajar dari bencana alam di masa lalu banyak hewan peliharaan berkeliaran tidak diketahui siapa pemiliknya. Dengan UU yang baru ini hewan peliharaan dapat dipasangkan microchip dengan data lengkap mengenai dirinya, dan langsung ketahuan siapa pemiliknya," kata seorang politisi Jepang kepada Tribunnews.com, Jumat (31/5/2019).

Dengan UU baru ini hewan peliharaan memiliki data dan teregistrasi dengan baik dengan seluruh data mulai nama, tanggal kelahiran, siapa pemiliknya dan sebagainya di dalam microchip tersebut yang bisa dibaca dengan alat tertentu.

Jika alat tersebut didekatkan ke microchip yang ditanamkan di tubuh hewan tersebut, bisa mendeteksi data hewan itu.

"Jadi kalau ada anjing liar tak bertuan misalnya, kita bisa langsung mengantisipasi anjing tersebut. Tapi kalau ketahuan anjing yang tertangkap itu punya si A misalnya, tinggal kita kontak si A untuk mengambil anjingnya yang hilang tersebut," jelas dia.

Anjing yang ditanamkan micro chip data registrasi di dalam tubuhnya sehingga akan ketahuan kalau hilang dan mengetahui siapa pemiliknya.
Anjing yang ditanamkan micro chip data registrasi di dalam tubuhnya sehingga akan ketahuan kalau hilang dan mengetahui siapa pemiliknya. (NHK)

Microchip dengan 15 digit angka berisi data segalanya mengenai sang hewan peliharaan.

Biaya pemasangan antara 3.000 yen sampai sekitar 10.000 yen per hewan.

Asosiasi Japan Veterinary Medical melakukan pendataan registrasi semua hewan peliharaan sekitar tahun 1990 awal sehingga banyak hewan yang terlepas ketika ditangkap kembali tidak sedikit yang terdeteksi kembali siapa kepemilikannya.

Asosiasi Kedokteran Hewan Jepang mengatakan bahwa hal ini akan mengurangi jumlah anjing dan kucing yang telantar dan membuat mereka lebih mudah ditemukan ketika mereka tersesat.

"Microchip dapat diidentifikasi dengan benar sebagai anjing atau kucing, jadi perkembangbiakannya terdeteksi baik pula," kata Motohiro Kobayashi, Direktur Rumah Sakit Hewan Seijo Kobayashi di Setagaya-ku, Tokyo, yang telah digunakan sejak diperkenalkannya microchip di Jepang.

Hal tersebut juga baik untuk hidup bersama sang majikan pemilik hewan peliharaan.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas