Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua DPR Amerika Serikat Ingin Melihat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

Pelosi bersikeras cara terbaik untuk menangani Trump adalah dengan mengalahkannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020.

Ketua DPR Amerika Serikat Ingin Melihat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara
Sputnik News
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua House of Representatives (setara DPR) Amerika Serikat (AS) dilaporkan ingin melihat Presiden Donald Trump dijebloskan ke penjara. Dalam pertemuan dengan anggota senior Partai Demokrat untuk membahas rencana pemakzulan Trump, Nancy Pelosi menegaskan perlunya diadakan penyelidikan.

Namun seperti diberitakan The Independent Kamis (6/6/2019), Pelosi berujar dia tidak ingin Trump lengser. "Saya ingin melihat dia dipenjara," ujarnya.

Dipublikasikan oleh Politico, Pelosi bersikeras cara terbaik untuk menangani Trump adalah dengan mengalahkannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020.

Jika mereka menang, maka Demokrat mempunyai kewenangan untuk menangani Trump atas berbagai tuduhan yang mereka lontarkan segera setelah dia kehilangan keuntungan sebagai Presiden AS.

Laporan itu muncul di tengah perdebatan antara Pelosi dengan Demokrat tentang perlu atau tidaknya menekan presiden yang diusung Partai Republik itu.

Baca: Google: Boikot Terhadap Huawei Berisiko Rugikan Kepentingan Amerika Sendiri

Ketua Komisi Kelayakan House Jerrold Nadler meminta Pelosi supaya dia diizinkan mengurus proses penyelidikan pemakzulan. Permintaan keduanya dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, Pelosi takut jika mereka memaksakan memakzulkan Trump, kerugiannya adalah bakal terjadi perpecahan baik di tubuh partai maupun pendukung jelang Pilpres 2020. Pelosi takut jika pendukung Trump malah bakal semakin bersatu.

Baca: Arus Balik Lebaran, Rest Area di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Diberlakukan Buka Tutup

Dia merujuk kepada upaya pemakzulan terhadap Presiden Bill Clinton pada 19 Desember 1998. Saat itu, Ketua House yang berasal dari Partai Republik Newt Gingrich harus mengundurkan diri setelah partainya kalah lima kursi di House dalam pemilu legislatif.

Meski begitu, ada yang menyebut Pelosi gagal melaksanakan tugasnya sekaligus tak bisa menafsirkan baik keinginan partainya, maupun publik secara umum. Kantor Pelosi tidak memberi komentar atas kabar itu.

Namun juru bicaranya Ashley Etienne kepada New York Post menyebut Pelosi dan anggota lain melakukan pertemuan yang positif.

"Mereka sepekat menempatkan semua opsi dan melanjutkan strategi legislatif untuk menghadapi penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi presiden dalam laporan Robert Mueller," terang Etienne. Pada Rabu (5/6/2019).

Pelosi berkata dia tak terbebani dengan opsi pemakzulan. "Jangan salah. Kami tahu persis jalan apa yang harus kami tempuh," kata politisi 79 tahun itu.

Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul  Ketua DPR AS: Saya Ingin Melihat Trump Dipenjara

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas