Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Kasus pencemaran nama baik: Wartawan India yang membagikan video perempuan, yang diduga menjalin hubungan dengan menteri besar, akhirnya dibebaskan

Seorang wartawan ditangkap berdasarkan pasal hukum pidana tentang pencemaran nama baik dan pasal Undang-Undang Teknologi Informasi India sehubungan

Mahkamah Agung India memerintahkan pembebasan seorang wartawan yang ditangkap dan dipenjara terkait cuitannya tentang Menteri Besar Negara Bagian Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, pada Sabtu (08/06).

Prashant Kanojia berbagi video seorang perempuan yang diduga memiliki hubungan dengan Adityanath.

Pada rekaman tersebut, perempuan itu bertanya kepada Adityanath apakah dirinya ingin "menghabiskan sisa hidupnya dengannya".

Polisi menangkapnya dari rumah karena dianggap "mencemarkan" nama baik menteri senior tersebut.

Apa yang terjadi?

Tidak lama setelah Kanojia mengunggah cuitan, polisi muncul di rumahnya untuk menangkapnya. Mereka mengatakan twitnya "mencemarkan" nama baik Adityanath.

Dua wartawan lain yang bekerja untuk saluran televisi India, Anuj Shukla dan Ishika Singh, juga ditangkap pada hari Sabtu karena memandu sebuah diskusi yang diduga "memfitnah"Adityanath. Tidak jelas apakah tuduhan ini terkait dengan video yang sama.

Tiga orang lain yang bukan berprofesi wartawan juga ditangkap di negara bagian itu karena berbagi atau menyebarkan informasi negatif terkait Adityanath.

Twit diduga 'mencemarkan' Menteri Ketua Uttar Pradesh, Yogi Adityanath.
Getty Images
Twit diduga 'mencemarkan' Menteri Besar Uttar Pradesh, Yogi Adityanath.

Ini berarti sudah enam orang yang ditahan terkait posting di media sosial tentang Adityanath dalam tiga hari terakhir ini saja.

Apa tuduhan terhadapnya?

Kanojia ditangkap berdasarkan Pasal 500 Hukum Pidana tentang pencemaran nama baik dan Pasal 66 Hukum Teknologi Informasi tentang pelanggaran terkait komputer yang digunakan secara "tidak jujur atau curang."

"Twit ini sangat tidak menyenangkan dan provokatif," kata mantan perwira senior polisi, Prakash Singh kepada wartawan BBC Hindi, Vineet Khare. "Di negara ini, kebebasan menyatakan pendapat diartikan sebagai izin untuk melecehkan, menjelekkan, menginjak-injak, mengejek dan menghina."

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas