Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Unjuk rasa Hong Kong: Apakah demonstrasi akan menghasilkan perubahan?

Polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata ke arah pengunjuk rasa di Hong Kong yang marah terhadap rancangan undang-undang ekstradisi.

Protes ini mendapat perhatian dunia, tetapi gagal untuk mendapat konsesi apapun dari Beijing.

Sejumlah pemimpin protes tahun 2014 dipenjara dengan tuntutan gangguan ketertiban umum.

Bagaimana dengan China daratan?

Sekalipun secara formal tak diizinkan oleh hukum, puluhan ribu protes - umumnya soal lingkungan hidup - terjadi setiap tahun.

Kebanyakan demonstran dan pembuat petisi ditangkap, tetapi beberapa protes berhasil membuat pemerintah membatalkan kebijakan mereka.

Salah satu contoh yang monumental terjadi tahun 2011 ketika pemerintah di Dalian setuju untuk menutup pabrik kimia sesudah 12.000 orang berdemonstrasi menentangnya.

Protes di Dailan Agustus 2011
AFP
Protes terhadap bahan kimia yang berbahaya dan merusak lingkungan di Dalian, 2011.

"Beberapa protes terhadap hal yang spesifik berhasil mendapat konsesi dari pihak berwenang," kata Profesor Tsang. Hal ini lebih mudah diakomodasi karena berfokus pada isu lokal, ketimbang isu politik.

Meski begitu, menurut Profesor Tsang hal seperti ini berkurang belakangan ini karena kendali lebih ketat dari Partai Komunis.

Adakah peluang rancangan undang-undang ekstradisi ini dihentikan?

Secara teknis bisa, tetapi kemungkinannya sangat kecil, menurut para ahli.

Untuk menjadi undang-undang, sebuah rancangan harus disetujui oleh dewan legislatif Hong Kong - di mana beberapa anggotanya dipilih langsung - tetapi dikuasai oleh kelompok pro-pemerintah.

Demonstran di Hong Kong, 2019
AFP
Protes umumnya tidak berhasil membawa perubahan di Hong Kong

Sesudah unjuk rasa besar di tahun 2003, pemerintah membuat konsesi besar dengan menarik rancangan undang-undang keamanan nasional. Tetapi mereka masih berniat membuat undang-undang itu melalui dewan legislatif.

Di saat terakhir, Partai Liberal menarik dukungan terhadap rancangan itu.

DO NOT DELETE: Digihub tracking code for 48607923

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas