Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Hari Donor Darah Sedunia: Apa saja mitos seputar kegiatan menyumbang darah?

Tanggal 14 Juni adalah Hari Donor Darah sedunia. Apa saja mitos-mitos seputar kegiatan menyumbang darah, mana yang benar dan mana yang tidak?

14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah sedunia. Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, nyaris semua orang bisa menyumbang darah mereka apabila mereka sehat.

Namun tetap saja ada beberapa peringatan, yang bisa jadi rumit lantaran adanya mitos dan kesalahpahaman soal donor darah ini.

Ini adalah beberapa di antaranya.

Vegetarian tidak bisa menyumbang darah

Persoalannya adalah pada zat besi - komponen utama di dalam darah - dan kekhawatiran bahwa makanan vegetarian mengandung zat besi yang rendah. Namun selagi Anda menjalani pola makan yang seimbang, Anda tak akan kekurangan zat besi di dalam tubuh.

Ketika kadar zat besi di dalam tubuh Anda rendah, maka Anda tak boleh menyumbang darah demi keselamatan Anda sendiri. Hampir seluruh negara di dunia akan menjalankan tes hemoglobin di lokasi donor darah dan akan menghalangi orang anemia untuk menyumbang darah.

Tato dan tindik akan membuat Anda dilarang menyumbang darah

Tidak ada larangan, tetapi memang ada waktu tunggu bagi orang yang baru mendapatkan tato dan tindik - bahkan kunjungan ke dokter gigi - sampai mereka boleh menyumbang darah.

Tato punggung
Getty Images
Pastikan Anda tahu kapan terakhir kali Anda mendapat tato sebelum mencoba menyumbangkan darah Anda

Panduan WHO menyarankan waktu tunggu 6 bulan sesudah mendapat tato, 12 jam sesudah mendapat tindik dari profesional, dan 24 jam sesudah kunjungan ke dokter gigi serta sebulan sesudah operasi gigi, bagi seseorang untuk boleh menyumbang darah.

Anda tak bisa menyumbang darah ketika sakit, hamil, terlalu muda atau terlalu tua

Ini benar. Orang yang positif sesudah melalui tes HIV (atau virus AIDS), hepatitis, sifilis, tuberkulosis dan sejumlah infeski yang bisa ditularkan lewat transfusi, tidak akan bisa menyumbang darah.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas