Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Iran Bantah Terlibat Serangan Tanker di Teluk Oman, Harga Minyak Melonjak

Iran menepis tuduhan AS yang mereka sebut "tidak berdasar". Sebelumnya Menlu AS Mike Pompeo mengatakan punya bukti intelijen kuat…

Iran Bantah Terlibat Serangan Tanker di Teluk Oman, Harga Minyak Melonjak

Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif hari Jumat (1476) di akun Twitternya menuding pemerintah AS terlalu cepat "melompat untuk membuat tuduhan terhadap Iran tanpa sedikit pun bukti faktual maupun tidak langsung".

Dia menuduh AS berusaha untuk "menyabotase diplomasi" di tengah kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Teheran dan "menutupi teror ekonominya terhadap Iran" dengan sanksi unilateral untuk melumpuhkan negaranya.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meruncing lagi setelah dua kapal tanker komersial diserang dini hari Kamis (1376) setelah melewati Selat Hormuz dan melakukan perjalanan sekitar 25 mil laut di lepas pantai selatan Iran menuju Asia.

Tanker Front Altair milik Norwegia yang membawa etanol dihantam oleh tiga ledakan, kata Otoritas Maritim Norwegia, dan tetap terbakar sampai Kamis malam. Ledakan juga menghantam tanker Kokuka Courageous milik Jepang, yang memuat metanol, namun api di atas kapal segera padam. Seorang anggota awak kapal dilapporkan luka ringan.

Iran menyebut serangan itu "mencurigakan," karena terjadi ketika PM Jepang Shinzo Abe berkunjung ke Teheran dan bertemu dengan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pertemuan itu, Khamenei kembali menolak pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump, selama sanksi ekonomi masih diberlakukan.

Bukti intelijen?

Sekretaris Jendreal PBB Antonio Gueterres memperingatkan, dunia tidak akan mampu menghadapi konfrontasi besar di Kawasan Teluk. Uni Eropa menyerukan kepadea semua pihak untuk "menahan diri secara maksimal".

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan ada bukti kuat tentang keterlibatan Iran, setelah Angkatan Laut AS mengatakan telah melihat sebuah ranjau tempel yang tidak meledak di lambung salah satu kapal.

Komando militer AS merilis video hitam-putih dengan gambar buram yang disebutnya menunjukkan sebuah kapal patroli Iran sedang "melepaswkan ranjau tempel yang tidak meledak" dari lambung kapal.

"Ini adalah penilaian Amerika Serikat, bahwa Republik Islam Iran bertanggung jawab atas serangan itu," kata Mike Pompeo dan menambahkan: Ini didasarkan pada intelijen. Senjata yang digunakan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan operasi, serangan-serangan Iran baru-baru ini, dan fakta bahwa tidak ada kelompok proksi yang beroperasi di kawasan itu memiliki sumber daya dan kemampuan untuk bertindak dengan sedemikian canggih."

Mike Pompeo memperingatkan Washington akan mempertahankan pasukan dan sekutunya di kawasan itu, dan kasus ini akan dibawa dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang menangani insiden-insiden itu.

Harga minyak melonjak

Hingga kini tidak ada kelompok yang membuat klaim bertanggung jawab atas ledakan itu. Iran mengatakan bahwa angkatan lautnya menyelamatkan puluhan awak kapal dari kedua tanker itu, smentara Angkatan Laut AS mengatakan mereka telahmenyelematkan 21 orang dari tanker Kokuka Courageous milik Jepang.

AS juga menuduh Iran terlibat dalam serangan 12 Mei lalu terhadap empat tanker yang berlabuh di Teluk Oman di lepas pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab. Investigasi lima negara terhadap serangan-serangan itu mengatakan bahwa temuan awal mengindikasikan aktor negara kemungkinan besar bertanggung jawab, tetapi tidak menyebut Iran.

Dewan Keamanan PBB melakukan pertemuan tertutup untuk mendengar penilaian AS dan Iran atas insiden-insiden itu. Harga minyak mentah di pasaran internasional melonjajk tajam karena ancaman konflik terbuka di sekitar Selat Hormuz, yang merupakan wilayah transit penting dalam transportasi laut. Sekitar 15 juta barel minyak mentah per hari diperkirakan diangkut melalui kawasan ini.

hp/rzn (afp, rtr, dpa)

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas