Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Presiden Turki Erdogan menjadi pendamping pria pesepak bola Mesut Ozil

Ozil, yang memiliki latar belakang Turki, memicu kecaman ketika ia berfoto dengan Erdogan sebelum Piala Dunia tahun lalu. Kecaman muncul kembali

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi pendamping pria di pernikahan pesepak bola Jerman, Mesut Ozil, pada hari Jumat.

Ozil, yang memiliki latar belakang Turki, memicu kecaman ketika ia berfoto dengan Erdogan sebelum Piala Dunia tahun lalu.

Dia kemudian keluar dari sepak bola internasional, dengan alasan "rasisme dan perlakuan tidak hormat" yang dia alami akibat foto-foto tersebut.

Gelandang Arsenal berusia 30 tahun itu menikahi tunangannya, mantan Miss Turki Amine Gulse, di sebuah hotel mewah di tepi Selat Bosphorus.

Pasangan ini mulai berkencan pada tahun 2017, dan mengumumkan pertunangan mereka pada bulan Juni 2018.

Ozil mengumumkan pada Maret tahun ini bahwa dia telah meminta Erdogan untuk menjadi pendampingnya - yang, sekali lagi, memicu kecaman di negara asalnya.

Helge Braun, kepala staf Kanselir Jerman Angela Merkel, mengatakan kepada surat kabar Bild pada saat itu bahwa Ozil "membuat orang sedih" terkait pilihannya, mengingat reaksi pertemuannya dengan presiden Turki itu pada tahun lalu.

Erdogan dilaporkan sering menghadiri pernikahan selebriti di Turki, terutama selama kampanye.

Erdogan and Ozil
AFP
Presiden Erdogan dan istrinya Emine (kanan) berfoto dengan pasangan pengantin baru.

Kehadirannya di pernikahan Ozil terjadi menjelang pemilihan ulang walikota di Istanbul. Hasil sebelumnya - yang membuat kandidat partainya, AKP, kalah tipis - dibatalkan, memicu kecaman internasional.

Apa yang terjadi tahun lalu?

Ozil, orang Jerman keturunan Turki generasi ketiga yang lahir di Gelsenkirchen dan merupakan anggota kunci dari tim pemenang Piala Dunia 2014 Jerman.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas