Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Amerika Serikat dilanda banjir akibat hujan berkepanjangan dan perubahan iklim

Wilayah pedalaman di Amerika Serikat banyak mengalami banjir hingga berbulan-bulan. Mengapa hal itu terjadi dan apa dampaknya?

Lima ratus hektare pertanian milik Blake Hurst di Westboro, Missouri terendam air.

Banjir bermula bulan Maret tahun ini, saat rangkaian hujan lebat dan salju cair melanda Missouri. Sejak itu, banjir tak terhindar karena Mei adalah bulan paling banyak hujan di Amerika.

Selain hujan, badai juga mendatangkan tornado - sebanyak 500 kali di bulan Mei saja, menurut laporan dari National Weather Service (NWS).

Sementara itu terjadi, sungai dan danau terus terisi air hingga memecahkan rekor dengan melampaui tanggul-tanggul, menutupi jalan raya, jembatan dan kota. Sejauh ini sudah tercatat 35 korban jiwa terkait banjir di kawasan ini menurut data NWS.

Pada tanggal 10 Juni, sebanyak 200 alat pengukur banjir di sepanjang Sungai Mississippi, Missouri dan Arkansas masih melaporkan terjadinya banjir, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

"Dekade ini mengalami banjir yang lebih besar daripada yang pernah kami alami di dekade sebelumnya. Ini melampaui itu semua dan menjadi sesuatu yang historis."

Banjir dari sungai Mississippi mengurung rumah di kawasan Missouri
Getty Images
Banjir dari Sungai Mississippi mengisolasi rumah di kawasan Missouri pada 2019.

Ahli lingkungan Profesor Samuel Munoz dari Northeastern University mengatakan banjir tahun 2019 ini akan tercatat di buku sejarah.

Menurutnya, "tidak biasa" kawasan pedalaman Amerika dan Midwest mengalami badai besar dan cuaca buruk pada saat musim semi seperti ini".

Sebagiannya bisa jadi karena El Nino - yang membuat permukaan laut Pasifik menjadi hangat.

"El Nino cenderung memperkuat curah hujan dan cuaca buruk di daerah yang terlanda banjir," kata Profesor Munoz.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas