Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Xi Jinping akan Lakukan Perjalanan Resmi Pertama Ke Korut

Rencana kunjungan Tiongkok tersebut menjawab undangan yang diajukan oleh Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Xi Jinping akan Lakukan Perjalanan Resmi Pertama Ke Korut
Mark Schiefelbein/AP Photo
Presiden Tiongkok Xi Jinping 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan mengunjungi Korea Utara selama dua hari, mulai Kamis mendatang.

Seperti yang disampaikan media pemerintah dari kedua negara itu pada Senin kemarin.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa (18/6/2019), rencana tersebut menjadikan Xi sebagai pemimpin pertama Tiongkok yang berkunjung ke Korut sejak 14 tahun terakhir.

Perlu diketahui, Tiongkok merupakan satu-satunya sekutu terbesar Korut yang dikenal sebagai negara tertutup.

Kunjungan tersebut direncanakan di tengah ketegangan yang baru saja terjadi antara Korut dan Amerika Serikat (AS) terkait upaya AS dalam membujuk agar Korut mau menyerahkan senjata nuklirnya.

"Kedua pihak (Tiongkok dan Korut) akan bertukar pandangan tentang situasi di Semenanjung (Korea) dan mendorong kemajuan baru dalam resolusi politik terkait semenanjung tersebut," kata seorang penyiar berita dari media pemerintah Tiongkok.

Rencana kunjungan Tiongkok tersebut menjawab undangan yang diajukan oleh Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Baca: Istri Setya Novanto Tidak Kena Jerat Pidana, Setnov Tidak Dapat Remisi

Rekomendasi Untuk Anda

Sejak gagalnya kesepakatan dalam pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam pada awal tahun ini, Korut telah memulai kembali sejumlah tes senjatanya.

Kegiatan tersebut seolah memperingatkan AS bahwa akan ada konsekuensi yang benar-benar diberlakukan, jika AS tidak fleksibel.

Terkait kunjungan Xi ke Korut, akan dimulai dengan kesibukan aktivitas diplomatik tingkat tinggi di sekitar Semenanjung Korea.

Sedangkan rivalnya, Trump akan mengunjungi sekutu Korea Selatan (Korsel), pasca menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Osaka, Jepang pada bulan ini.

Sementara di sisi lain, Presiden Korsel Moon Jae In mengatakan bahwa dirinya dan Xi akan mengadakan pembicaraan selama G20.

Kunjungan ini juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan AS terkait perdagangan dan permasalahan lainnya.

Lalu untuk hubungan antara Kim dan Xi, Kim telah melakukan empat kali kunjungan ke Tiongkok sejak Maret 2018 lalu.

Kunjungan pertama yang sebagian besar dilakukan secara rahasia, merupakan perjalanan pertama Kim sejak ia memegang kekuasaan pada Juni 2011 silam.

Para diplomat telah lama berharap agar Xi bisa mengunjungi Korut.

Dan tahun ini akan menandai tahun ke-70 sejak Tiongkok dan Korut menjalin hubungan diplomatik.

Untuk diketahui, rumitnya hubungan antara empat negara itu ada hubungannya dengan pertemuan puncak Kim dan Trump pada tahun lalu di Singapura dan selanjutnya digelar di Hanoi pada tahun ini.

Pertemuan yang akhirnya tidak memberikan harapan apapun.

Harapan antara Kim dan Trump menuju denuklirisasi di Semenanjung Korea tampaknya memudar setelah pertemuan itu.

Hal itu karena AS menuntut agar Korut membuat kemajuan yang dapat diverifikasi untuk menyerahkan senjata nuklirnya sebelum AS menjatuhkan sanksi.

Sementara Korut mengatakan bahwa tidak ada yang dilakukan AS dalam menghargai langkah-langkah yang telah diambil.

Denuklirisasi Semenanjung Korea tentunya ada kaitannya pula dengan Korsel, Kim telah bertemu dengan Moon Jae In selama tiga kali, yang terbaru dilakukan pada September 2018 lalu.

Sebagai catatan, Korut dan Korsel selama ini terlibat dalam perselisihan bersenjata sejak berakhinya perang antara kedua negara itu dengan keputusan gencatan senjata.

Namun hingga kini tida ada perjanjian damai yang disepakati antara Korut dan Korsel.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas