Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wali Kota Meksiko 2 Bulan Nyamar Jadi Penyandang Disabilitas untuk Lihat Buruknya Layanan PNS

Wali Kota Meksiko Carlos Tena rela menyamar menjadi seorang penyandang disabilitas untuk membuktikan buruknya layanan bawahanya.

Wali Kota Meksiko 2 Bulan Nyamar Jadi Penyandang Disabilitas untuk Lihat Buruknya Layanan PNS
RIBUN MEDAN/ Youtube
Wali Kota Menyamar jadi Orang Cacat Selama 2 Bulan untuk Menguji Buruknya Pelayanan Pemerintah. Untuk menguji kinerja serta pelayanan pegawai negeri sipil di bawah naungannya, Wali Kota Meksiko Carlos Tena menyamar menjadi seorang pria cacat. 

TRIBUNNEWS.COM - Wali Kota Meksiko Carlos Tena rela menyamar menjadi seorang penyandang disabilitas untuk membuktikan buruknya layanan bawahanya.

Tentunya cara yang dilakukan oleh sang walikota ini tidak biasa karena dia rela melakukan makeover tubuhnya agar tidak dikenali oleh pegawainya.

Langkah pennyamaran itu dilakukan menyusul sejumlah laporang dari masyarakat terhadap kinerja dan layanan yang diberikan oleh pegawai negeri sipil di bawah naungannya.

Penyandang disabilitas dan warga kurang beruntung lain mengeluh terkait pelayanan yang mereka terima dari pekerja sosial di Carlos Tena, kota Cuauhtemoc, Meksiko.

Baik pelapor maupun pegawai, tak satupun yang dapat dipercayanya.

Itu sebabnya, dia memilih untuk turun dan menyaksikan langsung kinerja pekerja sosial pemerintah.

Tena menghabiskan waktu 2 bulan untuk melancarkan aksinya sebagai orang cacat.

Seperti warga lainnya, Tena menjumpai pegawai negeri di Kantor Wali kota maupun Kantor Layanan Sosial, untuk meminta tolong.

Dia tampil dengan menggunakan pakaian hangat dan penutup muka. Dia juga menggunakan topi, kaca mata hitam dan penutup telinga, untuk membuat luka palsu dan menghindari dirinya dikenali.

Carlos Tena datang ke Direktorat Pengembangan Sosial dengan menggunakan kursi roda, menyampaikan bahwa dirinya butuh dampingan.

Dia juga meminta makanan gratis, sebagaimana yang tertulis dalam undang-undang terkait warga miskin dan orang cacat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas