Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bersitegang dengan Amerika, Iran Klaim Hukum Mati Sejumlah Mata-mata CIA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyanggah klaim yang menyebutkan bahwa laporan itu "salah total".

Bersitegang dengan Amerika, Iran Klaim Hukum Mati Sejumlah Mata-mata CIA
EPA
Spanduk anti-Amerika dalam salat Jumat di Tehran. 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Iran mengatakan telah menahan 17 mata-mata yang menurut Tehran bekerja untuk badan intelijen Amerika CIA, dan menjatuhkan hukuman mati bagi sebagian dari mereka.

Kementerian Intelijen Iran mengatakan para tersangka mengumpulkan informasi dalam sektor vital seperti militer dan aktivitas di area nuklir.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyanggah klaim yang menyebutkan bahwa laporan itu "salah total".

Hubungan antara kedua negara tegang dalam beberapa minggu terakhir.

Presiden Trump tahun lalu menghentikan kesepakatan nuklir dengan Iran dan Washington menerapkan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Dalam beberapa minggu terakhir, kedua belah pihak hampir terlibat dalam konflik militer di Teluk.

Kapal Induk USS Boxer "melakukan tindakan bela diri" terkait wahana Iran, kata Presiden Trump.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo juga menyatakan keraguan atas penahanan itu dengan mengatakan Iran "memiliki sejarah panjang berbohong".

Baca: Gara-gara Komentar Rasis Trump, Warga Amerika Teriaki Para Pendatang Pulang ke Negaramu

Iran mengatakan mereka yang dituduh mata-mata ditahan dalam 12 bulan terakhir sampai Maret tahun ini.

Ke 17 orang itu adalah orang Iran yang bekerja di "tempat-tempat sensitif" di fasilitas militer dan nuklir serta sektor swasta, kata pejabat intelijen kepada wartawan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas