Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

'Chimera manusia-hewan', mengapa Jepang jadi negara pertama yang mengizinkan ilmuwan mengembangkannya?

Hibrida manusia dan hewan semakin mendekati kenyataan setelah pemerintah Jepang menjadi pihak pertama yang mengizinkan tim peneliti untuk tidak

Penelitian memunculkan kekhawatiran etika terkait kemungkinan sel manusia akan berada di otak binatang, sehingga dapat "memanusiakan" kognisi binatang.

Tetapi Nakauchi sepakat merancang percobaannya sedemikian rupa "sehingga sel hanya akan terkait dengan pankreas".

Pada bulan Juli, panel ahli Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi (MEXT) menyetujui penelitiannya selama memenuhi persyaratan dan proses tertentu.

Domba
Getty Images
Sangat sedikit sel manusia yang memasuki tubuh binatang sehingga ciri manusia tidak akan berkembang, kata Prof Nakauchi.

"Binatang dengan wajah manusia tak akan pernah dilahirkan"

Teknik yang digunakan termasuk modifikasi genetika embrio binatang untuk mengambil gen terkait untuk pembuatan organ tertentu - dalam kasus ini, pankreas, tetapi di masa depan, kemungkinan juga organ lain seperti hati dan ginjal.

Para peneliti kemudian menyuntikkan embrio binatang dengan sel punca manusia. Mereka juga diizinkan untuk membiarkan embrio dilahirkan.

Izin kementerian mewajibkan percobaan Nakauchi hanya dilakukan pada binatang kecil yang secara genetika jauh dari manusia, kata Ayako Maesawa, direktur Bioetika Kementerian Jepang kepada BBC.

Tim juga harus mengawasi setiap tahapan perkembangan sel manusia pada otak embrio. Mereka kemudian akan menghabiskan dua tahun untuk mengamati perkembangannya setelah tikus lahir.

Nakauchi mengatakan kepada BBC, begitu seluruh masalah administrasi rampung, dia akan memulai penelitian pada bulan September.

Pada sebuah percobaan yang dilakukan di Universitas Stanford, California, Nakauchi sebelumnya telah menempatkan sel punca manusia pada telur domba yang telah dibuahi dan mencangkokan embrio pada domba.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas