Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Protes Hong Kong: Unjuk rasa selesai, bandara Hong Kong kembali beroperasi

Bandara udara Internasional Hong Kong kembali beroperasi setelah ratusan demonstran yang sebelumnya menduduki bandara, akhirnya meninggalkan

Sekitar 50 pengunjuk rasa tetap berkemah di terminal pada Selasa pagi, sementara lebih dari 100 penumpang terlihat antri di loket tiket, kantor berita Reuters melaporkan.

Seorang penumpang, yang ingin tetap anonim, mengatakan kepada BBC bahwa mereka ditinggalkan di bandara dengan "tidak ada makanan dan tidak ada air minum".

"Kami benar-benar ditinggalkan oleh staf bandara," kata mereka. "Orang-orang tidur di eskalator dan lantai keras."

Hong Kong
Reuters
Seorang penumpang, yang ingin tetap anonim, mengatakan kepada BBC bahwa mereka ditinggalkan di bandara dengan "tidak ada makanan dan tidak ada air minum".

Banyak poster dan karya seni yang dipajang oleh pengunjuk rasa di seluruh fasilitas selama demonstrasi selama berjam-jam telah diturunkan, tetapi grafiti - beberapa tertulis "an eye for an eye" atau "mata ganti mata" - masih dapat dilihat di beberapa tempat.

Para pengunjuk rasa mengadopsi slogan itu setelah seorang perempuan menderita cedera serius di wajahnya yang dilaporkan menyebabkan dia kehilangan penglihatan di satu matanya pada sebuah demonstrasi yang berubah menjadi kekerasan pada hari Minggu malam.

Perempuan itu dilaporkan kena tembak proyektil polisi.

Para demonstran menuduh polisi bereaksi berlebihan dan tidak proporsional terhadap aksi unjuk rasa mereka.

Hong Kong Protester
Reuters
Sejumlah pengujuk rasa menggunakan bandana untuk menutup mata mereka sebagai ungkapan protes setelah muncul gambar seorang perempuan berdarah di matanya pada Minggu (11/08).

Para demonstran telah meminta para pendukung mereka untuk kembali ke bandara Selasa malam, meskipun tidak jelas apakah pihak berwenang akan membiarkan itu terjadi.

Demonstrasi yang sudah berjalan selama sepuluh pekan ini menuai kemarahan Beijing, yang menghubungkan pengunjuk rasa yang melempar bom molotov ke petugas polisi dengan "terorisme".

 "Para demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan alat yang sangat berbahaya untuk menyerang petugas kepolisian, yang merupakan kejahatan serius dengan kekerasan, dan juga menunjukkan tanda-tanda pertama terorisme muncul," kata juru bicara pemerintah China, Yang Guang, dalam jumpa pers di Hong Kong.

Dia menegaskan kini diperlukan tindakan tegas terhadap demonstran setelah aksi mereka berjalan selama lebih dari sepuluh pekan.

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas