Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Tidak Hanya Indonesia, Ekonomi Sejumlah Negara Asean Ini Ikut Lesu Akibat Perang Dagang

Perekonomian negara-negara di kawasan regional Asean seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand ikut lesu di tengah kecamuk perang…

Singapura baru-baru ini memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional negara itu selama setahun penuh. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang terlihat kian memburuk dan adanya data yang telah dikonfirmasi terkait pertumbuhan ekonomi yang paling lamban selama satu dekade. Kekhawatiran akan timbulnya resesi di negara kota ini pun meningkat.

Pemerintah Singapura memangkas kisaran prediksi pertumbuhan ekonomi menjadi 0,0 hingga 1,0 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,5 hingga 2,5 persen. Berdasarkan catatan kantor berita AFP, pertumbuhan ekonomi Singapura pada 2018 mencapai 3,2 persen.

Koreksi atas proyeksi ekonomi Singapura ini pun menambah kekhawatiran global tentang dampak meningkatnya proteksionisme terhadap ekspor dan produksi. Memburuknya prospek global telah mendorong sejumlah bank sentral dari berbagai negara untuk memotong suku bunga dan mempertimbangkan stimulus yang tidak konvensional guna melindungi ekonomi mereka.

"Pertumbuhan PDB di banyak pasar permintaan akhir utama Singapura di paruh kedua 2019 diharapkan melambat atau mirip dengan yang tercatat di paruh pertama," demikian ungkap Kementerian Perdagangan Singapura dalam sebuah pernyataan pada Selasa (13/08) seperti dikutip dari Reuters.

Kementerian juga menandai sejumlah faktor yang dinilai riskan terhadap ekonomi termasuk situasi politik Hong Kong, sengketa perdagangan Jepang-Korea, perang tarif antara Cina dan AS, perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina dan Brexit.

"Dengan adanya ketegangan perdagangan antara AS-China yang diperkirakan tidak mereda dalam waktu dekat, kami memprediksi sektor ekspor dan layanan yang terkait perdagangan akan mendorong ekonomi ke dalam resesi teknis di Q3," ujar Sian Fenner, pemimpin ekonom untuk wilayah Asia di Oxford Economics kepada Reuters.

Stagnasi semester kedua di Malaysia

Di negara jiran, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan pertumbuhan ekonomi negara itu diperkirakan mendatar pada posisi 4,5 persen dari Produk Domestik Bruto pada semester kedua 2019. Angka ini menunjukkan tingkat pertumbuhan yang sama pada semester pertama tahun ini.

Dikutip dari situs berita Free Malaysia Today, Menteri Lim mengatakan bahwa perekonomian Malaysia saat ini lebih ditentukan oleh faktor eksternal dibandingkan faktor domestik.

"Ini adalah kenyataan yang harus kita terima, dan tantangan kita adalah membuat paket (kebijakan) guna melawan dampak perang perdagangan AS-Cina," ujar Lim seperti dikutip dari Free Malaysia Today, Selasa (13/08).

Ia merujuk efek perang dagang AS-Cina yang juga membuat perekonomian Singapura lesu, dan masih merasa optimis jika perekonomian Malaysia tidak akan terkontraksi hingga 3,3 persen.

Berharap pada investasi asing

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas