Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ancam Bunuh Panitia Penyelenggara Aichi Trianelle Jepang, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Pameran seni Aichi Triennale 2019 sejak 1 Agustus yang akan berlangsung sampai dengan 14 Oktober 2019 sempat mendapat ancaman pembakaran.

Ancam Bunuh Panitia Penyelenggara Aichi Trianelle Jepang, Seorang Pria Ditangkap Polisi
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Lambang pameran seni Aichi Triennale di Nagoya Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pameran seni Aichi Triennale 2019 sejak 1 Agustus yang akan berlangsung sampai dengan 14 Oktober 2019 sempat mendapat ancaman pembakaran dan pembunuhan.

Bahkan seorang pelakunya telah ditangkap polisi Jepang tanggal 7 Agustus 2019.

"Sebanyak 770 email ancaman telah diterima pihak penyelenggara dari seseorang yang tak dikenal, mengancam akan membakar dan melakukan pembunuhan," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (15/8/2019).

Laporan ancaman telah diterima kepolisian Perfektur Aichi.

Sebanyak 770 email ancaman tersebut dikirim ke departemen yang bertanggung jawab atas perfektur dan pihak sekretaris penyelenggara dari tanggal 5 hingga 9 Agustus lalu.

"Kami akan membuang bensin dan membakar tempat anda. Juga akan membunuh anda," begitu bunyi ancaman tersebut.

Lambang pameran seni Aichi Triennale di Nagoya Jepang
Lambang pameran seni Aichi Triennale di Nagoya Jepang (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Akibat ancaman tersebut polisi segera melakukan gerak cepat dan akhirnya seorang pria ditangkap pada tanggal 7 Agustus lalu karena terbukti mengirimkan fax yang berisi juga ancaman kepada pihak panitia penyelenggara.

Pengirim fax mengancam melakukan kerusakan dan pembunuhan apabila pameran atas patung Jugun Ianfu tidak dibatalkan oleh panitia.

Seorang pengusaha Spanyol membeli patung tersebut dari Korea dan memamerkannya di pameran tersebut.

Baca: 24-25 Agustus Tim Bandung Tampil di Super Yosakoi Tokyo Jepang

Namun karena adanya ancaman tersebut tanggal 7 Agustus lalu benda patung yang dipamerkan dicabut dari lokasi pameran.

Patung tersebut berisi nuansa politik sangat kental sebagai protes rakyat Korea kepada Jepang atas wanita yang dipakai tentara Jepang saat Perang Dunia II dan ditaruh di banyak tempat oleh pihak Korea, termasuk di Amerika Serikat.

Patung wanita budak tentara Jepang itu dibeli pengusaha Spanyol dan sempat dimunculkan di pameran seni Aichi Triennale 2019 saat pembukaan tanggal 1 Agustus lalu yang belakangan dicabut oleh pihak panitia.

Polisi menduga masih ada lagi pelaku yang melakukan ancaman terhadap pihak panitia penyelenggara pameran seni tersebut dan sampai kini masih terus melakukan pengusutan lebih lanjut atas kasus ancaman tersebut.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas