Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

'Saya disiksa Iran supaya mengaku sebagai mata-mata Israel'

Seorang pria di Iran dipaksa mengaku melakukan dua kejahatan yang bisa diganjar hukuman mati. Skenario itu terungkap, namun ia batal menggugat

Seorang mantan wirausahawan berkewarganegaraan Iran mengklaim beruntung masih hidup setelah disiksa otoritas negaranya.

Ia dipaksa membuat pengakuan palsu sebagai mata-mata Israel dan membunuh ilmuwan nuklir Iran, dua kejahatan yang dapat diganjar hukuman gantung.

Ini adalah kisah tentang Mazyar Ebrahimi yang sekarang tinggal di luar Iran. Ceritanya juga menyoroti persaingan sengit antara sejumlah badan intelijen Iran, seperti dilaporkan wartawan BBC Jiyar Gol.

Short presentational grey line
BBC

Saya bertemu Mazyar Ebrahimi di Frankfurt bulan Juli lalu, beberapa bulan setelah ia tiba-tiba menelepon saya dari Jerman. Saya terkejut karena saya menduga ia sudah lama dieksekusi.

Dugaan saya itu muncul karena pada tahun 2012, ia dan 12 orang lainnya tampil di televisi milik pemerintah Iran. Kala itu mereka untuk mengakui serangkaian tuduhan yang diganjar hukuman mati.

Melihat langsung ke kamera, mereka berkata telah dilatih di Israel sebelum kembali ke Iran dan membunuh para ilmuwan nuklir Iran.

Pernyataan mereka berdasar pada naskah yang ditulis Kementerian Intelijen, satu dari dua badan intelijen utama Iran, yang juga mengklaim telah membongkar jaringan mata-mata Israel.

Di kamar hotelnya, kami menonton video tentang pengakuan Ebrahimi.

Masih tampak terguncang setelah bertahun-tahun melalui peristiwa itu, Ebrahimi berkata, ia setuju untuk "mengaku" setelah disiksa tanpa henti selama sekitar 40 hari.

"Para interogator memukul telapak kaki saya dengan kabel listrik tebal," kenang pria berusia 46 tahun itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas