Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Kabut asap 'mengancam kesehatan', lebih dari 400 sekolah di Malaysia diliburkan

Pemerintah Malaysia meliburkan sekitar 400 sekolah dan membagikan setengah juta masker di negara bagian Sarawak untuk melindungi warganya dari

"Situasinya sangat parah di Kuching," kata Theseira. Di kota ini terdapat sekitar 500.000 orang.

Ia mengatakan pemerintah Malaysia siap menyemai awan untuk memicu hujan agar intensitas kabut asap berkurang.

"Begitu situasi awan mendukung, bahan kimia akan diangkut dan pesawat akan diberangkatkan untuk melakukan penyemaian," jelas Theseira.

Sejumlah negara melakukan penyemaian awan ketika dilanda musim kering berkepanjangan agar terjadi hujan, meski beberapa pakar mempertanyakan efektifitas penyemaian ini.

Panas

Boo Siang Voon, seorang warga Kuching berusia 47 tahun, mengatakan langit berkabut dan hawa terasa panas.

"Kabut asap tahun ini bertambah parah. Warga memakai masker. Kami tak semestinya menjadi pihak yang dirugikan dari pembukaan lahan (dengan cara membakar tanaman). Kami ingin ada jalan keluar," katanya kepada AFP.

Kabut asap juga melanda ibu kota Malaysia Kuala Lumpur dan Singapura pada hari Senin. Bau tanaman atau pohon yang terbakar sangat terasa, meski tingkat polusi berada pada tingkat menengah.

Beberapa warga Kuala Lumpur mengeluhkan iritasi mata dan kerongkongan akibat kabut asap.

Badan meteorologi Malaysia pada hari Minggu memperingatkan kondisi panas akan bertahan hingga pekan depan dan musim hujan baru akan tiba pada akhir September atau awal Oktober.

Pihak berwenang di Singapura juga mengkhawatirkan kabut asap ini akan meningkat intensitasnya apabila dalam 24 jam angin terus bertiup ke arah negara pulau tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas