Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Kesepakatan damai Afghanistan: Trump mengatakan perundingan dengan Taliban sudah 'mati'

Pernyataannya muncul setelah ia membatalkan perundingan rahasia setelah kesepakatan dengan Taliban hampir tercipta.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa perundingan dengan Taliban untuk mengakhiri perang selama 18 tahun di Afghanistan telah "mati".

"Sejauh yang saya ketahui, rencana perundingan itu sudah mati," ujar Trump kepada wartawan kepresidenan, Senin (09/09).

Pada akhir pekan lalu, Trump membatalkan rencana rahasia untuk mengundang delegasi Taliban ke AS setelah kelompok militan tersebut mengaku telah membunuh seorang tentara AS.

Kedua pihak hampir mencapai kesepakatan, dan Taliban mengatakan bahwa AS akan menjadi pihak yang "paling dirugikan" karena membatalkan perundingan.

Trump menjadikan penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai tujuan utama kebijakan luar negerinya, namun kemudian meminta 14.000 tentara yang masih ada di sana: "Kita ingin keluar, tapi kita akan keluar pada saat yang tepat."

Trump sebelumnya akan menjamu Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di rumah peristirahatan kepresidenan Camp David sebelum tiba-tiba membatalkannya.

"Mereka pikir mereka harus membunuh agar memiliki posisi negosiasi yang sedikit lebih baik", katanya kepada awak media, dan menyebut serangan tersebut sebagai "sebuah kesalahan besar".

Apa kata Trump?

"Kami telah menjadwalkan pertemuan. Itu adalah ide saya, dan ide saya pula untuk mengakhirinya. Saya bahkan tidak mendiskusikannya dengan siapapun," imbuh Trump saat bertolak dari Gedung Putih ke North Carolina untuk sebuah kampanye politik.

"Saya membatalkan (pertemuan di) Camp David karena mereka melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan," ujarnya, mengutuk serangan yang menewaskan 12 orang, termasuk seorang tentara AS.

Trump sendiri telah dikritik karena membuka kemungkinan menjamu Taliban hanya beberapa hari sebelum peringatan serangan 11 September.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas