Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Sering Beda Pandangan, Donald Trump Pecat Penasihat Keamanan Nasional John Bolton

Presiden AS Donald Trump mengatakan tentang John Bolton, dirinya "sangat tidak setuju dengan banyak sarannya." Trump memberitahukan…

Sering Beda Pandangan, Donald Trump Pecat Penasihat Keamanan Nasional John Bolton

John Bolton menjadi Penasihat Keamanan Nasional ketiga yang dipecat Presiden AS Donald Trump. Trump menyampaikan hal pemecatan itu hari Selasa (10/09) lewat akun Twitter. Alasannya karena perbedaan pandangan.

"Saya memberi tahu John Bolton tadi malam bahwa layanannya tidak diperlukan lagi di Gedung Putih," tulis Trump dalam serangkaian cuitannya. "Saya sangat tidak setuju dengan banyak sarannya, seperti juga orang yang lainnya di pemerintahan."

Tapi John Bolton memberikan versi berbeda. Dia mengatakan bahwa dirinya yang menawarkan mengundurkan diri pada Senin malam (09/09), tetapi Trump malah menjawab kepadanya: "Mari kita bicarakan besok."

John Bolton memang diketahui sering berbeda pandangan, bahkan bersaing, dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Selama beberapa pekan terakhir, misalnya dalam kasus Iran, keduanya sering mengeluarkan pernyataan bertolak belakang.

Iran sambut pemecatan John Bolton

Pada konferensi pers, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo terang-terangan mengatakan bahwa pandangan kebijakan luar negerinya berbeda dengan pandangan John Bolton, yang diketahui mengambil posisi keras terhadap Iran dan secara tegas menolak dialog.

Menteri Keuangan Steve Mnuchin juga mengisyaratkan keterbukaan Trump untuk sebuah pertemuan "tanpa syarat" dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York akhir bulan ini. Sedangkan John Bolton menginginkan perbaikan hubungan dengan Iran melalui "pergantian rezim".

Para pejabat Iran sekarang menyambut pemecatan John Bolton. "John Bolton telah berjanji berbulan-bulan yang lalu bahwa Iran hanya akan bertahan tiga bulan lagi," kata juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei di Twitter. "(Sekarang) Kami masih berdiri dan dia sudah pergi."

hp/ts (rtr, afp, ap)

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas