Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Cara BAB Anda sudah tepat? Ini cara BAB di toilet yang benar agar terhindar dari masalah kesehatan

Kloset duduk dianggap sebagai perlambang peradaban Eropa. Namun, buang air besar (BAB) pada perangkat porselen itu bukanlah yang paling efisien

Jika Anda perlu waktu lama untuk duduk dan buang air besar (BAB) di toilet, mungkin Anda perlu mempertimbangkan posisi yang tepat agar 'panggilan alam' itu cepat rampung.

Topik ini mungkin kedengarannya remeh, tapi tidak bisa diremehkan sama sekali.

Seseorang rata-rata menghabiskan enam bulan dalam hidupnya untuk duduk di toilet guna membuang kotoran seberat 145 kilogram per tahun. Itu artinya, bobot kotoran orang awam di seantero dunia lebih berat dua kali lipat dari boboh tubuh mereka setiap tahun.

Nah, karena topik ini relevan dengan hidup kita, mari cermati cara terbaik untuk BAB.

Apakah Anda membaca selagi BAB di toilet?

Pada pertengahan abad ke-20, sekelompok dokter asal Eropa yang bekerja di pedesaan di Afrika terkejut ketika menemukan bahwa warga setempat amat jarang mengalami masalah pencernaan dan organ-organ pencernaan.

Bahkan, tren tersebut terjadi di sejumlah negara berkembang di seantero dunia.

Para dokter menduga hal ini bukan hanya perbedaan menu makanan, melainkan juga bagaimana penduduk di negara berkembang menghabiskan waktu untuk BAB dan, yang paling utama, posisi saat BAB.

A public toilet
Getty Images
Di beberapa negara berkembang, kloset jongkok lebih banyak ketimbang kloset duduk.

Masyarakat Barat rata-rata menghabiskan waktu antara 114 hingga 130 detik saat duduk di toilet.

Namun, di beberapa negara berkembang—yang masyarakatnya berjongkok saat BAB—waktu yang dihabiskan cuma 51 detik. Praktik ini, menurut para pakar, lebih sehat.

Duduk di toilet menempatkan saluran anus manusia pada sudut 90 derajat, yang menyebabkan otot pada bagian bawah panggul menjepit usus besar.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas