Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Sambungan listrik ratusan ribu rumah di AS diputus 'demi cegah karhutla'

Listrik di separuh wilayah California dipadamkan setelah pakar meteorologi khawatir angin ribut memicu persinggungan kabel listrik yang dapat

Sambungan listrik ke sekitar 800 ribu rumah di California, Amerika Serikat, diputus demi mencegah kebakaran hutan.

Kebijakan itu memicu kemarahan publik meski diklaim demi mencegah berulangnya kebakaran hutan terparah di negara bagian tersebut tahun 2018.

Perusahaan listrik setempat, Pacific Gas and Electric (PG&E), menyebut pemutusan daya listrik itu dapat berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Pemutusan listrik terjadi di hampir sebagian besar pemukiman padat San Francisco Bay Area, bukan di pusat kota.

Perusahaan PG&E mengklaim keputusan itu perlu untuk mencegah tumbangnya menara listrik, seiring angin kencang yang diprediksi bakal melanda negara bagian tersebut.

"Berbagai pemicu telah muncul: bahan bakar kering, angin kencang, dan suhu hangat. Percikan listrik sekecil apapun dapat menyebabkan kejadian besar," kata Ray Riordian, pimpinan Kantor Manajemen Kedaruratan di San Jose, Selasa (08/10) lalu.

Peringatan merah yang diterbitkan Badan Cuaca Nasional AS untuk kawasan Pegunungan Santa Cruz, serta bagian timur dan utara San Francisco berlaku hingga 10 Oktober ini.

Angin laut terkencang sejak kebakaran besar Oktober 2017 diprediksi dapat menerjang di daerah tersebut.

Rabu kemarin, PG&E menyebut pemutusan sambungan listrik telah dilakukan terhadap sekitar 500 ribu pelanggan. Pemutusan dijadwalkan juga untuk 200 ribu pelanggan lainnya, tergantung cuaca yang terus berubah.

Kebakaran besar di kota Paradise, California, tahun lalu terjadi di area seluas 60.702 hektare. Setidaknya 86 orang dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas