Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Video Wali Kota Meksiko Diikat ke Mobil dan Diseret di Jalanan Karena Tak Penuhi Janji Kampanye

Empat bulan lalu sekelompok laki-laki menggerebek kantornya, tetapi mereka tidak menemukannya.

Video Wali Kota Meksiko Diikat ke Mobil dan Diseret di Jalanan Karena Tak Penuhi Janji Kampanye
TWITTER/@TINTA_FRESCA
Rekaman CCTV memperlihatkan wali kota diseret di sepanjang jalan. 

Insiden ini berhenti setelah polisi melakukan campur tangan dan wali kota bernama Jorge Luis Escandon Hernandez tersebut dilaporkan tidak mengalami cedera yang mengkhawatirkan.

Ini adalah serangan kedua warga, yang sebagian besar dikenal sebagai petani, yang menuntut wali kota memenuhi janji kampanye memperbaiki jalan-jalan setempat.

Baca: Pria Ini Kaget Lihat Ular Sanca Sepanjang 7 Meter Masuk ke Dalam Rumahnya

Nonton video-nya berikut ini :

Polisi tambahan sudah ditempatkan di desa negara bagian Chiapas tersebut.

meksiko, chiapas, wali kota

Wali kota dan politikus setempat di Meksiko sering kali menjadi sasaran gang narkoba ketika mereka menolak mendukung kejahatan mereka, tetapi tidaklah umum bagi mereka diserang terkait janji kampanye.

Escandon mengatakan dia akan menuntut karena "telah diculik dan berusaha dibunuh".

Video yang direkam orang-orang yang ada di luar kantor wali kota memperlihatkan sekelompok laki-laki menariknya keluar gedung dan memaksa dia ke bagian belakang kendaraan.

Puluhan petugas polisi dikerahkan untuk menghentikan kendaraan dan menyelamatkan wali kota. Beberapa orang cedera dalam perkelahian antara polisi dan warga yang menculik wali kota.

Empat bulan lalu sekelompok laki-laki menggerebek kantornya, tetapi mereka tidak menemukannya.

Menjelang pemilihan wali kota di Las Margaritas, Escandon ditangkap karena diduga terlibat dalam perkelahian dengan pendukung lawan politiknya.

Dia dibebaskan karena kurang bukti.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas