Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Dewan Keamanan PBB Pertimbangkan Naskah Usulan AS Minta Turki Pakai Cara Diplomasi di Suriah

Dewan Keamanan PBB tengah mempertimbangkan naskah usulan Amerika Serikat yang meminta Turki agar menggunakan cara-cara diplomasi terkait…

Menurut sumber diplomatik di PBB pada Kamis (10/10), saat ini Dewan Keamanan PBB tengah mempertimbangkan sebuah rancangan naskah dari AS, untuk meminta Turki kembali ke jalan diplomasi terkait serangan melawan milisi Kurdi di Suriah yang sampai sekarang masih terjadi.

Pertimbangan itu muncul setelah pertemuan darurat untuk membahas operasi militer Turki digelar di hari yang sama. Pada pertemuan itu, 5 negara dari Dewan Eropa gagal meyakinkan 15 negara lainnya untuk mengadopsi pernyataan bersama untuk meminta Turki menghentikan operasi militernya di Suriah utara.

Perancis, Jerman, Inggris, Belgium dan Polandia terpaksa menyampaikan pernyataan mereka sendiri, sementara Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan terpisah yang mengatakan bahwa mereka tidak mendukung operasi militer Turki sama sekali.

Menurut para diplomat, Rusia menjadi penghalang terbesar terwujudnya kesatuan dari seluruh Dewan Keamanan.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan, “Jika Dewan Keamanan ingin mengeluarkan sebuah putusan, maka aspek lain terkait terjadinya krisis Suriah juga seharusnya dipertimbangkan, bukan hanya operasi militer Turki saja.”

“Harusnya dibahas juga soal kehadiran militer secara illegal di negara itu,” ujarnya merujuk pada Amerika Serikat, Perancis dan Inggris.

Naskah pernyataan usulan AS tersebut menyatakan sebuah “keprihatinan mendalam” terkait situasi di Suriah, tetapi berhenti pada poin meminta Turki menghentikan serangannya.

Naskah itu meminta Turki agar menggunakan cara-cara diplomatik daripada menggunakan kekuatan militer untuk memenuhi tujuannya, ujar Diplomat di PBB.

Selain itu, naskah tersebut juga meminta Turki untuk memberikan perlindungan kepada warga sipil dan menegaskan perihal pemulangan pengungsi harus dilakukan atas dasar sukarela.

Waktu memberikan komentar terkait naskah ini, masih dibuka sampai Jumat pada pukul 14.00 GMT setelah Rusia meminta waktu berkonsultasi dengan Moskow. Naskah tersebut nantinya akan diputuskan apakah ditolak atau disetujui untuk diadopsi bersama, ujar Diplomat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas