Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Tak Kenal Wiranto, "Yang Penting Serang Pejabat Itu"

Syahril Alamsyah, pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam, Wiranto, punya target "yang penting serang pejabat negara atau aparat kepolisian".…

Dalam konferensi persnya, Jumat (11/10), Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan temuan-temuan baru atas pemeriksaan pasutri tersangka penusukan Wiranto. Keduanya disebut melakukan aksi spontan menyerang pejabat negara dan aparat kepolisian, mereka bahkan tidak tahu siapa Wiranto.

“Nanti saya menyerang bapak yang turun dari heli, kamu tusuk anggota polisi siapa saja yang dekat,” kata Dedi menirukan ucapan Syahril kepada istrinya.

Aksi yang dilakukan tersangka didasari motif tersulut emosi karena beberapa hari lalu, polisi telah lebih dulu menangkap ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, yakni Abu Zee Ghuroba.

“Abu Rara sendiri merasa takut, stres dan tertekan setelah mendengar ketuanya (meskipun dia tidak dalam hubungan kelompok aktif) di kelompok Abu Zee ini tertangkap," jelasnya.

“(Wah ini tertangkap Abu Zee), maka saya khawatir saya akan tertangkap,” ujarnya seraya meniru pernyataan tersangka.

Maka Syahril segera berkomunikasi dengan istrinya untuk siap-siap melakukan aksi. Secara tiba-tiba hari itu Syahril melihat warga berbondong-bondong datang ke Alun-Alun, Menes, Pandeglang, Banten. Ia merasa inilah saat yang tepat baginya melakukan aksi penyerangan, yang diyakini terdapat pejabat negara serta aparat kepolisian.

Dedi menjelaskan mengapa pihak kepolisian selalu menjadi target aksi serupa, karena menurutnya selama 17 tahun lebih kepolisian punya rekam jejak melakukan upaya preventive strike terhadap kelompok ekstrem. Sehingga tak heran, kepolisian menjadi sasaran utama mereka.

Hingga kini, kepolisian masih mengejar mastermind atau dalang dibalik kelompok-kelompok radikal yang terdeteksi telah tersebar di Jatim, Jateng, Morowali, Sibolga, Bandung, Manado dan Bali.

Baca juga: Residu Pilpres di Balik Tuduhan "Rekayasa" Penusukan Wiranto

Berpura-pura menyalami Wiranto

Tersangka awalnya berpura-pura ingin menyalami Wiranto, saat turun dari mobilnya di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Seperti kebanyakan warga lainnya hal ini tidak terasa mencurigakan sama sekali. Seketika, Syahril mengeluarkan kunai dan langsung menusuk Wiranto, sebanyak dua kali.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas