Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Pengadilan Zambia menghukum seorang mahasiswa pembuat kue ganja dengan menulis esai tentang bahaya narkoba

Mahasiswa berusia 21 tahun itu terpergok membawa kue mengandung ganja seberat lebih dari satu kilogram di Zambia.

Seorang mahasiswa dihukum menulis esai tentang bahaya narkoba setelah diputus bersalah karena berencana menjual kue mengandung ganja.

Polisi menangkap Chikwanda Chisendele, mahasiswa tahun pertama jurusan teknik sipil di Universitas Copperbelt, hari Senin (7/10) lalu.

Pemuda berusia 21 tahun itu tertangkap membawa kue mengandung ganja dengan berat lebih dari satu kilogram, menurut polisi.

Sebagai bagian dari vonisnya, hakim menghukum Chikwanda dengan menyuruhnya membuat esai sepanjang 50 halaman tentang penyalahgunaan narkoba.

Di persidangan, ia juga diminta untuk menulis surat permohonan maaf kepada pihak kampusnya, orang tua serta Komisi Pemberantasan Narkoba Zambia (DEF) sebelum tanggal 15 November mendatang.

Hakim juga memvonisnya dengan hukuman percobaan dua tahun penjara, yang berarti ia tidak akan dipenjara kecuali ia melakukan tindakan melawan hukum lagi.

https://www.facebook.com/373565509445583/photos/pcb.1663214793813975/1663214703813984/?type=3&theater


DEF mengatakan bahwa mereka telah "mengintensifkan upaya untuk menangkap orang-orang" yang membuat kue mengandung ganja.

Dalam peringatan kepada sejumlah universitas, mereka mendorong pihak kampus untuk "waspada terhadap tren kue dan scone yang mengandung ganja diperjualbelikan di kalangan mahasiswa".

Di bawah hukum Zambia, ganja dikategorikan sebagai zat berbahaya dan kepemilikannya berstatus ilegal.

Perdagangan, kepemilikan dan penggunaaan narkoba seperti ganja diancam dengan hukuman penjara maupun denda.

Zambia yang merupakan bekas koloni Inggris di selatan Afrika telah berjuang menghadapi penyalahgunaan dan perdagangan narkoba sejak lama, terutama ganja dan heroin.

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas