Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Proyeknya Rugi di Indonesia, Perusahaan Mitsui E & S Holdings Akan PHK 1000 Karyawannya di Jepang

Kerugian perusahaan cukup besar sehingga rencana akan mengurangi 1000 karyawannya yang ada di Jepang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Proyeknya Rugi di Indonesia, Perusahaan Mitsui E & S Holdings Akan PHK 1000 Karyawannya di Jepang
NHK
CEO Mitsui E & S Holdings, Ryoichi Oka (kiri) saat jumpa pers Senin ini (11/11/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bekas Mitsui Engineering & Shipbuilding dan Mitsui E & S Holdings diperkirakan akan mengalami defisit akhir untuk tahun ketiga berturut-turut, dan berakibat sekitar 1.000 orang karyawannya akan di PHK dalam waktu mendatang, terrmasuk menjual pabrik kimia yang tidak menguntungkan dan bisnis pembangkit tenaga surya.

"Kerugian perusahaan cukup besar sehingga rencana akan mengurangi 1000 karyawannya yang ada di Jepang," papar CEO Mitsui E & S Holdings, Ryoichi Okadalam jumpa pers Senin ini (11/11/2019).

Mitsui E & S Holdings Co., Ltd., sebuah pabrik dan bisnis pembuatan kapal, memiliki rugi bersih 88,0 miliar yen untuk tahun fiskal ini karena keterlambatan dalam bisnis teknik sipil untuk pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia dan kebutuhan biaya tambahan.

Defisit akhir nantinya diperkirakan akan terjadi untuk tahun ketiga berturut-turut.

Untuk alasan ini, perusahaan memutuskan untuk segera memperbaiki struktur keuangannya, dan memutuskan untuk menjual perusahaan yang bertanggung jawab atas desain pabrik kimia yang tidak menguntungkan dan bisnis pembangkit tenaga surya.

Dengan menjual bisnis, karyawan dari 600 hingga 700 karyawan akan ditransfer ke perusahaan lain, dan relokasi dalam grup akan dipromosikan, dan langkah-langkah akan diambil untuk personel sekitar 1000 orang, yaitu sekitar 10% dari seluruh jumlah karyawan perusahaan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ke depan, kami berencana untuk memperkuat bisnis yang dapat menguntungkan, seperti mesin kelautan dan mesin industri, dan kami bertujuan untuk menghasilkan keuntungan tahun depan," tambahnya.

Ryoichi Oka, mengakui bahwa manajemen risiko sangat terlalu manis, sehingga terjadi defisit berkelanjutan itu.

"Kami terus terang berada dalam situasi yang sulit dan kami ingin bekerja untuk menjadi perusahaan tepercaya dengan tujuan merevitalisasi bisnis kami," tekannya lagi.

Meskipun demikian tenaga kerja yang ada di Indonesia tak ada kaitannya dan proyek sangat diharapkannya dapat lebih cepat lagi selesai dan beroperasi dengan baik nantinya.

"Tidak ada tenaga kerja di Indonesia yang akan di PHK nantinya," ungkap sumber Tribunnews.com lebih lanjut.

Relokasi karyawan dan PHK karyawan akan akan terjadi di dalam Jepang saja pada berbagai anak perusahaannya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas