Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

36 Warga Jepang Pelaku Penipuan Ditangkap di Filipina

Mereka diduga melakukan penipuan dengan menelepon dari Filipina menggunakan telepon internet untuk menipu kalangan lansia yang ada di Jepang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in 36 Warga Jepang Pelaku Penipuan Ditangkap di Filipina
Foto Fuji TV
Sekelompok penipu warga Jepang sedang diperiksa polisi Filipina. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebanyak 36 warga Jepang ditangkap polisi, Jumat (15/11/2019) lalu di sebuah gedung di Manila Filipina lantai 3 dan lantai 4.

"Mereka mengaku akan membuat sekolah di Filipina. Namun bukti-bukti manual ditemukan atas penipuan yang dijalankan mereka dari Filipina," kata sumber Tribunnews.com, Minggu (17/11/2019).

Mereka diduga melakukan penipuan dengan menelepon dari Filipina menggunakan telepon internet untuk menipu kalangan lansia yang ada di Jepang.

Baca: Tanpa Diet Menyiksa, Ternyata Begini 6 Kebiasaan Makan Wanita Jepang, Badan Tetap Langsing

Baca: Ungkap Sertifikat Palsu Yakuza Jepang, Kepala Asosiasi Pariwisata Dapat Penghargaan dari Polisi

Para pelaku itu menyebutkan alasannya berkumpul di Filipina untuk mengoperasikan sekolah bahasa Inggris, ketika digerebek polisi di tempat persembunyiannya tersebut.

Beberapa kertas yang robek di gedung disatukan, tertulis “pembayaran perusahaan” dan sebagainya dalam bahasa Jepang.

Bukti-Bukti Manual Penipuan
Bukti-bukti manual cara menipu ditemukan di lokasi penangkapan warga Jepang di Filipina.

Demikian petunjuk untuk penipuan lewat telepon.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari pemeriksaan kepolisian ditemukan bahwa mereka beroperasi dengan cukup sistematis.

Baca: Kelakuan Reino Barack Saat di Restoran Mewahnya Bikin Syahrini Bete & Beri Julukan Ini untuk Suami

Baca: Ternyata Bos Nissan Carlos Ghosn Menolak Pembuatan Mobil Khusus Kaisar Jepang

Ada juga dokumen di situs yang menyatakan bahwa "dilarang untuk mengambil karena itu menjadi bukti", yang menunjukkan bahwa kelompok itu dikelola sepenuhnya untuk menghindari deteksi dari pihak mana pun.

"Kemungkinan pengelolaan oleh mafia Jepang (yakuza) cukup tinggi terutama apabila nantinya ditemukan arus uang mengalir ke pihak mana, pasti diketahui dengan mudah," ungkap sumber itu.

Info yakuza lengkap di www.yakuza.in

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas