Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelajar SMP di Jepang Meninggal Setelah Terjun dari Mansion, Diduga karena Pengaruh Obat Influenza

Seorang laki-laki siswa SMP di Hiroshima berusia 12 tahun terjun dari lantai atas rumahnya di sebuah mansion dan langsung meninggal dunia, Selasa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pelajar SMP di Jepang Meninggal Setelah Terjun dari Mansion, Diduga karena Pengaruh Obat Influenza
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ilustrasi anak lelaki hendak melompat dari ketinggian di mansion. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang laki-laki siswa SMP di Hiroshima berusia 12 tahun terjun dari lantai atas rumahnya di sebuah mansion dan langsung meninggal dunia, Selasa (10/12/2019) siang sekitar jam 13.55 waktu Jepang.

"Memang kalau terkena influenza yang mulai menyebar luas sejak pertengahan November ini, selama dua hari setelah minum obat influenza, ada gejala abnormal terutama pada anak-anak pelajar SMP," kata Kepala Pengobatan Pemda Hiroshima, Takuji Owa, Rabu (11/12/2019).

Seorang tetangga melihat pelajar tersebut melangkahi pagar mansion dan terjun ke bawah Selasa lalu. Padahal ibunya ada di rumah.

"Saya tak sadar kalau anak saya menuju beranda melompat dari sana," kata ibunya kepada polisi.

Ilustrasi anak lelaki hendak melompat dari ketinggian di mansion.
Ilustrasi anak lelaki hendak melompat dari ketinggian di mansion. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Data Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan sudah ada 72 kasus influenza dengan tingkah laku aneh di Jepang, di mana 10 kasus kepada anak-anak usia sekitar 10 tahunan, tingkatan pelajar SMP.

Tetangga yang melihat kejadian tersebut langsung melapor ke polisi, tetapi bocah SMP tersebut tak tertolong lagi, meninggal di lokasi kejadian setelah terjun dari mansion.

Rekomendasi Untuk Anda

Kementerian Kesehatan Jepang sudah mengumumkan langkah hati-hati kepada masyarakat yang terkena influenza sejak November 2019.

Bahkan Pemda Hiroshima, Rabu (11/12/2019) mengumumkan secara tertulis di situsnya adanya gejala abnormal setelah minum pil anti influenza, akibat kasus 10 Desember tersebut.

Baca: Mantan Menteri Jepang Ditembak Bekas Teman SMA-nya Gara-gara Hutang Piutang

Baca: Kasus Narkoba Jepang Terus Bertambah Banyak, 40% Adalah Pemuda Usia 20 Tahunan

Baca: Berita dan Foto di Media Jepang Protes Penggunaan Batu Bara Bagi Pembangkit Listrik di Indonesia

"Jika Anda menderita influenza, itu dapat menyebabkan perilaku abnormal terlepas dari apakah Anda menggunakan obat anti-influenza atau tidak."

"Jika Anda menderita influenza dan dirawat di rumah, orang tua harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah kecelakaan seperti jatuh karena perilaku abnormal selama setidaknya dua hari dari mulainya demam, terlepas dari apakah mereka menggunakan obat virus anti influenza atau tidak."

"Selain itu, tentang perilaku abnormal yang parah yang dapat menyebabkan kecelakaan seperti jatuh, ada banyak laporan pada anak-anak dan anak di bawah umur setelah bersekolah (juga terjadi pada wanita). Dalam waktu 2 hari sejak demam harus hati-hati."

Baca: Tangis Merry Pecah Usai Dibelikan iPhone 11 Pro Seharga Rp 21 Juta oleh Raffi Ahmad di Jepang

Baca: Kepala Museum Tsunami Aceh: Museum Tsunami Gempa Bumi Jepang Mudah Dilihat dan Dipahami

Baca: Keisuke Doi, Korban Salah Tangkap Kasus Perampokan di Jepang Sempat Dipenjara 300 Hari

Perilaku abnormal terlihat seperti:

・ Bangun tiba-tiba dan mencoba ke luar dari ruangan
・ Dengan gembira membuka jendela, pergi ke beranda dan mencoba melompat
・ Berjalan ke luar dari rumah dan tidak menanggapi ketika diajak berbicara
・ Merasa terserang oleh orang-orang dan melompat ke luar
・ Menyatakan sesuatu yang aneh dan bergerak di dalam ruangan sambil menangis

Untuk setidaknya 2 hari setelah demam, pastikan untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah anak-anak di bawah umur agar tidak ke luar dari rumah mereka, terutama saat tidur.

・ Mengunci pintu masuk dan jendela dengan aman di semua kamar (termasuk penggunaan kunci internal, kunci rantai, dan kunci tambahan)
・ Berbaring di ruangan yang tidak menghadap ke beranda
・ Tidur di kamar dengan kisi di jendela (jika ada kamar dengan kisi di jendela)
・ Tidur di lantai pertama apabila mungkin, jangan di lantai atas.

Baca: Hal-Hal Unik di Jepang Ini Sebaiknya Ada di Bucketlist Anda

Baca: Kasus Narkoba Jepang Terus Bertambah Banyak, 40% Adalah Pemuda Usia 20 Tahunan

Influenza yang terjadi Jepang ini sebanyak 71 persen menyerang anak laki-laki usia 10 tahunan dan 29 persen menyerang anak perempuan.

Para penggemar Jepang dapat berdiskusi di WAG Pecinta Jepang gratis dengan mengirimkan nama lengkap dan nomor whatsapp ke email: info@jepang.com

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas