RANGKUMAN Krisis Iran vs Amerika yang Terjadi saat Ini, Bermula dari Serangan Roket di Markas AS
berikut adalah rangkuman krisis antara Iran dan Amerika yang sedang memanas di Timur Tengah dalam beberapa minggu terakhir.
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Garudea Prabawati

TRIBUNNEWS.COM - Pesawat Ukraine Airlines 752 jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara Imam Khomeini, Teheran, Iran, pada Rabu (8/1/2020) pagi.
Pesawat Boeing 737-800 tersebut menewaskan semua 176 orang di dalamnya, termasuk di dalamnya 167 penumpang dan 9 kru.
Hasil investigasi sementara, pesawat tersebut jatuh akibat terkena rudal yang tak sengaja ditembakkan Iran.
Kecelakaan tersebut terjadi di tengah-tengah krisis, yaitu hanya beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer Amerika yang berada di Irak.
Penyerangan rudal tersebut merupakan bentuk serangan balasan terhadap tewasnya Jenderal Qasem Soleimani pada 3 Januari lalu.
Baca: Beredar Video yang Diklaim Memperlihatkan Rudal Ditembakkan ke Udara sebelum Pesawat Jatuh di Iran

Seperti yang dilansir CNN.com, berikut adalah rangkuman krisis antara Iran dan Amerika yang sedang memanas di Timur Tengah dalam beberapa minggu terakhir.
27 Desember 2019
Sebuah roket yang dipercaya berhubungan dengan kelompok milisi Iran, membunuh seorang kontraktor Amerika Serikat.
Kelompok milisi tersebut dipercaya merupakan kelompok yang didukung oleh Pengawal Revolusi Iran atau Korps Garda Revolusi Islam.
Penyerangan roket tersebut terjadi di dekat markas Kirkuk, Irak.
Selain seorang kontraktor AS yang tewas, beberapa personel militer Irak dan juga AS terluka.
29 Desember 2019
Menurut Pentagon, Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap 5 fasilitas di Irak dan Suriah yang dikontrol oleh grup militer Shiah yang bernama Kataib Hezbollah.
Kataib Hezbollah merupakan grup milisi yang dicurigai AS sebagai dalang serangan roket yang terjadi di Kirkuk pada 27 Desember lalu.
31 Desember 2019
Aksi protes dilakukan kelompok pro-Iran atas serangan udara yang dilakukan Amerika.
Kantor kedutaan AS di Baghdad diserang massa.
Massa memanjat dinding dan memaksa membuka gerbang.
Baca: Beredar Video Detik-detik Jatuhnya Pesawat Boeing yang Tewaskan 176 Orang di Iran, Ada Kobaran Api
3 Januari 2020
Jenderal top Iran, Qasem Soleimani tewas dalam serangan udara di Iran.
Serangan tersebut adalah atas perintah presiden AS, Donald Trump.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan serangan udara itu memutuskan "potensi serangan" yang ada di wilayah tersebut yang bisa membahayakan nyawa warga Amerika.
Setelah serangan itu, AS mengumumkan akan mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah.
5 Januari 2020
Penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi Iran mengatakan aksi balas dendam negaranya atas pembunuhan Qasem Soleimani merupakan bentuk "respons militer."
8 Januari 2020
Rabu pagi waktu setempat, rudal balistik Iran menyerang dua pangkalan pasukan AS di Irak, sebagai bentuk pembalasan tewasnya Soleiman.
Beberapa jam setelahnya, sebuah pesawat komersil Ukraina jatuh akibat tak sengaja ditembak Iran dengan rudalnya.

Baca: Iran Akhirnya Akui Telah Tak Sengaja Tembak Ukraine Airlines dengan Rudal, Dikira Pesawat Musuh
Di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengungkapan penyerangan tersebut merupakan aksi lanjutan Iran.
Trump menyatakan akan menjatuhkan sanksi ekonomi yang "kuat" dan "menghukum" terhadarp Iran.
AS akan menahan diri untuk tidak melakukan aksi militer.
Meski begitu, Trump menyatakan akan menyerang balik jika Iran kembali menyerang AS.
9 Januari 2020
DPR Amerika Serikat menerima resolusi Kekuatan Perang Iran dengan hasil voting 224-194.
Resolusi tersebut bertujuan menahan Presiden untuk menggerakkan aksi militer terhadap Iran tanpa persetujuan kongres.
10 Januari 2020
Donald Trump mengklaim bahwa Soleimani telah menargetkan 4 kedutaan besar sebelum ia terbunuh.
11 Januari 2020
Iran akhirnya mengakui bahwa pihaknya telah tak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine Airlines yang menewaskan 176 orang.
Iran menyebut adanya kesalahan manusia atau human error dalam insiden tersebut.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)