Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Malaysia Pulangkan 107 WN dan Keluarganya dari Wuhan

Pesawat khusus khusus AirAsia dipakai Pemerintah Malaysia untuk mengangkut mereka dan sudah mendarat di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Malaysia Pulangkan 107 WN dan Keluarganya dari Wuhan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Personel Polisi membagikan masker pada penumpang yang tiba di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Pembagian tersebut untuk mengantisipasi tertular virus Corona, dikarenakan Batam dan Natuna menjadi lokasi transit dan observasi bagi 238 orang WNI dari Wuhan, Hubei, China. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia membawa pulang 107 warga negaranya berikut keluarganya dari Wuhan, China, menyusul masih meluasnya serangan virus corona di sana.

Pesawat khusus khusus AirAsia dipakai Pemerintah Malaysia untuk mengangkut mereka dan sudah mendarat di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada Selasa (4/2/2020).

Penerbangan khusus ini mengangkut 107 orang, terdiri dari 88 Warga Negara Malaysia dan 19 warga negara asing yang adalah pasangan dan anak mereka.

Juga dalam penerbangan khusus yang berangkat Bandara Internasional Tianhe Wuhan ada enam pejabat dari Kedutaan besar Malaysia di Beijing, delapan perwira misi dan 12 anggota kru penerbangan.

Jadi total yang ada di dalam pesawat adalah 133 orang.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail mengatakan semua warga dari Wuhan diizinkan untuk naik ke pesawat setelah menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pemerintah China.

Baca: Antisipasi Virus Corona, Pemerintah Perketat TKA Tiongkok Masuk ke Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

"Setibanya di KLIA, mereka diangkut dengan bus ke Air Disaster Unit (ADU) di KLIA untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Dari 107 orang yang pulang, dua gagal pemeriksaan kesehatan dan dibawa ke Kuala Lumpur Hospital (HKL)," katanya dalam sebuah pernyataan.

Wan Azizah, yang merupakan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NADMA), mengatakan setelah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di ADU, 105 orang dibawa naik bus ke pusat observasi.

Sebelumnya diberikan Malaysia mengirimkan misi ke Wuhan, China untuk membawa pulang 132 orang pada Senin (3/2/2020).

Wan Azizah mengatakan, hanya mereka yang telah bersertifikat sehat setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan akan diterbangkan pulang.

Dijelaskan 132 orang yang akan dievakuasi terdiri 108 warga Malaysia dan 24 orang asing yang pasangan dan anak dari warga Malaysia.

"Misi akan terdiri dari delapan orang, yang terdiri dari enam pejabat dari Kementerian Kesehatan Malaysia, seorang perwira dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NADMA) dan satu dari Kementerian luar negeri," kata Wan Azizah dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (2/2/2020).

"Pesawat AirAsia dengan 12 awak akan digunakan untuk misi ini," jelasnya.

"AirAsia telah menetapkan tanggal penerbangan pada 3 Februari 2020, sesuai izin dari pemerintah China. Penerbangan juga akan membawa persediaan penting seperti masker, sarung tangan, dan makanan, sesuai dengan daftar yang disepakati oleh pihak berwenang Cina," katanya.

Wan Azizah juga telah bertemu dengan semua orang yang dikerahkan dalam misi tersebut, termasuk kru penerbangan untuk berterima kasih kepada mereka atas nama pemerintah dan Rakyat Malaysia, terutama keluarga, mau membantu membawa kembali warga Malaysia dari Wuhan.

"Saya juga menyarankan mereka untuk menjaga diri mereka sendiri," kata Wakil Perdana Menteri yang juga Ketua Komite Manajemen Bencana pusat.

Wan Azizah juga mengunjungi air Disaster Center (ADU), di mana semua penumpang, anggota misi, dan kru akan menjalani pemeriksaan kesehatan saat mereka kembali ke tanah air.

Mereka yang ditemukan dengan gejala virus, katanya, akan dikirim ke rumah sakit, sementara mereka yang sehat akan dibawa ke pusat observasi.

Dia juga mengunjungi pusat observasi untuk meninjau ruang operasi, akomodasi dan fasilitas lainnya di mana semua penumpang, awak pesawat dan pejabat dari penerbangan akan menjalani observasi selama 14 hari.

Wan Azizah mengaku puas dengan alur kerja dan persiapan untuk misi tersebut.(Bernama/The Star/Channel News Asia)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas