Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Update, Korban Virus Corona Di Timur Tengah Bertambah Jadi 223 Orang

Dalam perkembangannya, salah satu pejabat Iran yang berusaha membendung penyebaran virus itu malah terinfeksi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Update, Korban Virus Corona Di Timur Tengah Bertambah Jadi 223 Orang
Kompas.com, Hai.Grid.id
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah) 

TRIBUNNEWS.COM, DUBAI - Wabah virus corona yang dimulai dari kota Wuhan, provinsi Hubei, China telah menginfeksi lebih dari 80.000 orang secara global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menamakan virus ini sebagai COVID-19.

Dikutip dari laman Gulfnews, Kamis (27/2/2020), jumlah orang yang terinfeksi virus ini kini bertambah menjadi 223 orang.

Infeksi yang terjadi di negara-negara Timur Tengah pun dikaitkan dengan penyebaran awal yang terjadi di Iran.

Negara-negara teluk pun telah mengumumkan langkah-langkah baru yang akan mereka ambil untuk membatasi hubungan dengan Iran demi mencegah penyebaran virus lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Baca: Diplomat Asing Khawatir terhadap Penanganan Virus Corona di Indonesia

Uni Emirat Arab (UEA) bahkan untuk sementara waktu menghentikan semua penerbangan, baik untuk pesawat penumpang maupun kargo, selama sepekan ini.

Dalam perkembangannya, salah satu pejabat Iran yang berusaha membendung penyebaran virus itu malah terinfeksi.

Ia adalah Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi yang didiagnosis menderita virus corona.

Rekomendasi Untuk Anda

Ini tentu saja menjadi pertanda buruk bagi Iran karena memperkuat kecurigaan bahwa penyebaran corona kemungkinan berada di luar kendali.

Baca: PN Jakarta Utara Kabulkan Gugatan KLHK, Hukum Perusahaan Yang Mencemari Lingkungan

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo telah mengambil langkah politik pada Selasa lalu.

Ia mengatakan bahwa AS menduga bahwa Iran kemungkinan telah menutupi detail terkait penyebaran virus corona.

Pompeo pun meminta semua negara untuk mengatakan peristiwa yang sebenarnya terjadi di negara mereka.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas