Bahrain Laporkan Kematian Pertama Virus Corona
Meluasnya wabah virus corona membuat berbagai negara menutup sekolah, tempat liburan, dan semua layanan penting.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Meluasnya wabah virus corona membuat berbagai negara menutup sekolah, tempat liburan, dan semua layanan penting.
Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan upaya memerangi pandemi corona.
Dilasnir Al Jazeera, lebih banyak kasus bertambah di luar China.
Untuk diketahui, sekolah-sekolah di New York, Amerika Serikat menutup pertemuan kelas dan memindahkan proses pembelajaran melalui online.
Pemerintah juga membatasi perjalanan baik ke mau pun dari negara-negara yang terdampak virus corona.
Lebih jauh, Iran mengumumkan lebih dari 100 orang telah tewas dalam 24 jam terakhir.
Kasus virus corona dikonfirmasi pada Senin (16/3/2020) ini mencapai 14.000.
Teheran menegaskan, perjuangannya melawan virus corona terlah terhambat oleh sanksi Amerika Serikat.
Berikut ini Tribunnews rangkum serangkaian peristiwa hari ini seputar virus corona yang terjadi di seluruh dunia:
1.Bahrain Laporkan Kematian
Kementerian Kesehatan dalam unggahan Twitternya menyatakan, Bahrain melaporkan kematian pertamanya akibat virus corona.
Korban merupakan warga negara Bahrain yang berusia 65 tahun.
Berdasar laporan Kementerian Kesehatan yang berwenang, korban meninggal itu diketahui memiliki kondisi kesehatan mendasar.
2. Situasi Memburuk Sangat Cepat di Prancis
Wabah virus corona di Prancis dalam situasi sangat mengkhawatirkan.
Kepala pelayanan kesehatan Prancis mengungkapkan, situasi memburuk sangat cepat.
"Jumlah kasus berlipat ganda setiap tiga hari," kata Jerome Salomon.
"Ada kekhawatiran nyata bahwa kecepatan wabah dapat menjenuhkan rumah sakit," tambahnya.
"Ini adalah sesuatu yang benar-benar kami ingin hindari," terang Salomon.
Baca: Istri & Anak Disebut Alami Covid-19, Ini Sederet Fakta Pegawai Telkom Meninggal Positif Virus Corona
Baca: Jokowi Larang Pemda Lakukan Lockdown, Jubir Ahmad Yurianto Sebut Karantina Akan Perluas Corona
Baca: Once Mekel Khawatir Jadwal Manggungnya Terkendala Wabah Virus Corona
Baca: Anies Disebut Terlalu Cepat Bikin Kebijakan soal Corona, DPRD Gerindra: Agar Tak Panik saat Lockdown
Lebih lanjut ia mengatakan, melihat situasi yang semakin memburuk, setiap warga negara harus melakukan segalanya untuk memperlambat penyebaran virus corona.
"Tetap di rumah, sesederhana itu," terangnya.
3. Filipina Karantina Selurun Luzon
Presidne Filipina, Rodrigo Duterte akan memberlakukan karantina komunitas yang disempurnakan di sleuruh pulau Luzon.
Rencana tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara Duterte.
Ia menerangkan, langkah-angkah yang ada bertujuan menekan penyebaran virus corona.
Salvador Panelo mengatakan kepada wartawan dalam pesan teks, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
"Rincian lebih lanjut mengikuti prosedur karantina yang ditingkatkan.," Panelo.
Panelo sebelumnya mengatakan "kuncian total" dari Metropolitan Manila adalah di antara opsi yang tersedia dalam apa yang dia katakan adalah "masalah kelangsungan hidup nasional".
4. Melindungi Duterte
Filipina telah menggariskan sejumlah langkah yang dirancang untuk melindungi Rodrigo Duterte, presiden negara itu yang berusia 74 tahun, dari virus corona.
Penyiar lokal ABS-CBN mengatakan langkah-langkah tersebut termasuk kebijakan menghindari kontak fisik.
Terutama di acara besar dan tes COVID-19 wajib di acara pribadi.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)